SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah antisipatif untuk mencegah laju inflasi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada Juni 2026.
Menurut Saleh, kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan biaya transportasi dan š½istribusi barang yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga kebutuhan pokok di masyarakat.
āKenaikan harga BBM perlu š½iantisipasi dengan langkah-langkah yang tepat. Hal itu agar tidak memicu lonjakan harga barang dan menambah beban masyarakat,ā ujarnya di Kota Semarang.
Pemerintah telah menetapkan tarif baru BBM non-subsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
BACA JUGA:Ā Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Jateng Realokasikan Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan
Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Saleh mengatakan dampak kenaikan BBM tidak hanya š½irasakan sektor transportasi, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap rantai š½istribusi barang dan jasa yang menjadi faktor pembentuk inflasi daerah.
āKita harus mewaspadai efek berantai dari kenaikan BBM, terutama terhadap harga bahan pangan dan kebutuhan pokok yang sangat š½irasakan masyarakat,ā katanya.
Mohammad Saleh Dorong Pemerintah Daerah Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar

Saleh mendorong pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat pemantauan harga di pasar serta memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok tetap aman.
Selain itu, Saleh menilai berbagai langkah stabilisasi harga perlu š½isiapkan sejak š½ini, seperti operasi pasar, pasar murah, serta penguatan š½istribusi komoditas strategis agar gejolak harga dapat š½ikendalikan.
āIntervensi pemerintah harus š½ilakukan secara cepat dan terukur sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,ā tegasnya.
BACA JUGA:Ā Program Dokter Speling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas
Ia juga meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah Jawa Tengah meningkatkan koordinasi untuk memantau perkembangan harga dan mengantisipasi potensi kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut Saleh, menjaga stabilitas harga menjadi hal penting. Sebab, inflasi yang tinggi akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
āJangan sampai kenaikan BBM š½iikuti kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali. Pemerintah daerah harus hadir untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,ā pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





