Berbekal relasi, dari kawan-kawannya yang berprofesi sebagai anggota TNI dan Polisi, ia berhasil mendapatkan kembali mobilnya.
“Alhamdulillah masih ketemu. Tak samperin bawa surat-surat komplit, STNK sampai BPKB. Terus ngajak polisi dan TNI juga biar aman enggak ada salah paham pas mengambil mobil,” imbuhnya.
Suratman memang tak menampik jika bisnis di bidang rental mobil penuh resiko. “Jelas beresiko, apalagi kalau gak ada hubungan dengan orang dalam seperti aparat polisi/TNI,” terang dia. (*)





