SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar duka datang dari Amerika Serikat, seorang politisi muda berusia 31 tahun meninggal setelah tertembak.
Insiden itu terjadi pada Rabu kemarin di sebuah universitas di Utah, ketika tiba-tiba peluru menghantam lehernya.
Peristiwa mengejutkan ini berlangsung saat Charlie tengah menyampaikan pidato di hadapan massa di lapangan kampus.
Profil Charlie Kirk
Kabar meninggalnya Kirk bersumber langsung oleh Donald Trump. Ia menyatakan bahwa Kirk wafat akibat luka yang ia alami.
BACA JUGA: Dinkes dan BPBD Semarang Cek Kesehatan Personel Pengamanan Gabungan: Mereka Jaga 24 Jam
Bagi sebagian kalangan, Kirk terkenal sebagai sosok dengan pemikiran yang merepresentasikan Trumpisme dan kerap mempunyai gagasan ekstrem.
Organisasi yang ia bentuk, Turning Point USA, dalam waktu kurang dari sepuluh tahun telah berkembang menjadi gerakan konservatif muda terbesar Amerika Serikat.
Kelompok ini melahirkan banyak aktivis, sebagiannya terlibat dalam kerusuhan pada Washington pada 6 Januari 2021, setelah Trump kalah dari kandidat Demokrat Joe Biden.
Selain itu, Kirk juga memimpin Turning Point Action, salah satu organisasi utama yang terpercaya Trump untuk menjalankan kampanye dari pintu ke pintu pada Pilpres 2024.
Berasal dari pinggiran Chicago, Kirk tidak menamatkan pendidikan universitas, namun sejak remaja sudah menekuni dunia aktivisme.
Kiprahnya yang cepat melambungkan namanya hingga menjadi figur penting pada Partai Republik.
Pada 2016, ia bahkan menjabat sebagai asisten pribadi Donald Trump Jr., putra Trump.
Kirk terkenal sebagai juru bicara utama bagi generasi muda dalam gerakan Republik dan merupakan figur berpengaruh pada kalangan sayap kanan partai tersebut.
Ia memiliki jutaan pengikut pada berbagai platform media sosial, kerap menyampaikan pernyataan bernada tajam, cerdas, sekaligus provokatif, terutama tertuju pada para pengkritik dan lawan ideologisnya.
Pandangan Kirk
Pandangan konservatif Kirk sangat lekat dengan sosok Presiden AS Donald Trump.





