Jateng

Delapan Bulan Tak Jualan, PKL Gajah Raya Cari Kepastian Lokasi Baru

×

Delapan Bulan Tak Jualan, PKL Gajah Raya Cari Kepastian Lokasi Baru

Sebarkan artikel ini
Delapan Bulan Tak Jualan, PKL Gajah Raya Cari Kepastian Lokasi Baru
PKL Jalan Gajah Raya melakukan audiensi dengan Dinas Perdagangan dan Komisi B DPRD Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Selama delapan bulan terakhir, puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Gajah Raya tak lagi bisa berjualan pasca terdampak proyek normalisasi saluran drainase.

Menanggapi hal tersebut, Komisi B DPRD Kota Semarang bersama Dinas Perdagangan kemudian menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu, 8 April 2026.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva, menjelaskan jumlah PKL di kawasan tersebut hampir mencapai 200 orang.

Namun, dalam pertemuan kali ini, pembahasan berfokus pada 29 pedagang yang lapaknya terdampak langsung proyek normalisasi saluran.

“Ada sekitar 200 PKL di Jalan Gajah Raya. Tetapi yang kami bahas hari ini sekitar 29 pedagang yang terdampak langsung normalisasi drainase,” ujarnya.

Ia menuturkan sebagian pedagang sempat membangun lapak permanen di lokasi tersebut. Padahal aturan hanya memperbolehkan lapak bongkar pasang.

Selain itu, rencana pelebaran jalan hingga 20 meter membuat kawasan tersebut tidak lagi memungkinkan untuk aktivitas PKL dalam jangka panjang.

“Kalau bertahan sekarang, lima tahun lagi tetap akan terdampak pelebaran jalan. Karena itu kami mendorong mereka tidak bertahan di lokasi lama,” katanya.

Sebagai solusi, pemerintah menawarkan relokasi ke pasar tradisional yang masih memiliki banyak lapak kosong. Seperti Pasar Kanjengan, Dargo, dan Rejomulyo Baru.

Pemkot berharap pemindahan tersebut dapat menghidupkan pasar sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pedagang.

“Daripada bongkar pasang terus, kami punya banyak lapak kosong di pasar. Kami ingin satu komunitas pedagang bisa berkumpul di sana agar pasar ramai dan ekonomi mereka tetap berjalan,” jelasnya.

Amoy, sapaannya mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah menawarkan solusi sejak awal, namun belum semua pedagang memanfaatkannya.

Ia menyebut sebagian pedagang sudah tidak berjualan selama delapan bulan akibat proyek drainase.

BACA JUGA: Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Atas Drainase Jalan Gajah Raya Semarang

“Dari awal kami sudah menawarkan berbagai pilihan lokasi. Pemerintah hadir untuk membantu, bukan membiarkan,” tegasnya.