SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki minggu kedua, berbagai persiapan orang lakukan guna menyemarakan momentum Ramadhan tahun ini. Persiapan-persiapan mulai dari kuliner, fesyen, hingga tak ketinggalan kuku palsu lewat nail art.
Siapa sangka, seni menghias kuku palsu rupanya mendapat animo luar biasa dari para muslimah. Nail art dirasa mampu membuat tampilan selama Ramadhan menjadi lebih cantik dan menarik.
Owner Guud Nail Art Semarang, Kartika Dwi Wulandari, menyebut, banyak customer yang berminat memasang kuku palsu demi menghias diri selama Ramadhan. Salah satu tujuannya yaitu tampil menawan saat momentum buka bersama.
“Ramadhan bisa dibilang 2 kali lipat, nanti lebih ramai lagi kalau lebaran, bahkan udah ada yang booking untuk H-2 minggu menjelang lebaran besok,” katanya saat beritajateng.tv temui di studionya, Selasa, 19 Maret 2024.
BACA JUGA: Wadahi Kreativitas Anak Muda, Toko Ola Semarang Edarkan Pernak-Pernik Fesyen Brand Lokal
Tika, sapaan akrabnya, mengatakan, permintaan nail art di beberapa momentum tertentu memang mengalami kenaikan yang signifikan. Selain Ramadhan dan lebaran, Natal dan Tahun Baru China atau Imlek menjadi dua hari besar dengan peminat tinggi.
Pada Imlek bulan lalu misalnya, banyak customer yang secara khusus membuat hiasan kuku dengan hiasan-hiasan khas Tionghoa. Misalnya, barongsai atau gambar naga, sesuai Shio tahun 2024 ini.
“Natal dan Tahun Baru China memang lebih ikonik karena karakter-karakternya lucu dan pemasangannya pas di kuku, kalau Ramadhan atau lebaran sih nggak ada karakter yang spesifik, menyesuaikan tren aja,” imbuhnya.
Lebih jelas, Tika memang menyediakan motif khusus saat momentum tertentu. Beberapa waktu yang lalu, ia bahkan membuat motif kuku khusus untuk konser Taylor Swift: The Eras Tour.
Customer nail art semakin meningkat mendekati hari H
Sehari-hari, ia mengaku bisa melayani 3 sampai 4 customer ketika permintaan sedang tinggi. Jumlah ini akan semakin bertambah menjelang hari H.
Selama Natal dan Tahun Baru China kemarin, misalnya. Ia mendapat lebih dari 80 customer selama bulan Desember dan Februari. Bahkan, customer-nya ada juga yang berasal dari luar Kota Semarang.
“Kemarin waktu Natal ada customer yang dari Salatiga, jauh-jauh masang nail art ke Semarang, karena di sana penuh,” tuturnya.
BACA JUGA: Tegaskan Fast Fashion Bisa Ancam Lingkungan, Rektor ITSK Sugeng Hartono Ungkap Bahaya Limbah Tekstil
Dalam melayani customer-nya, Tika membutuhkan waktu kurang lebih selama satu jam untuk motif nail art polos. Sementara jika motifnya rumit dan detail bisa memakan waktu antara 2,5 hingga 3 jam.
Untuk harga bervariasi. Tergantung jenis nail art, motif, hingga tingkat kesulitan.
“Kalau press on nail polos harganya Rp35 ribu per tangannya, kalau model lain bisa antara Rp70 ribu sampai Rp150 ribu,” jelasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





