SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah toko fesyen di Kota Semarang hadir menjadi wadah untuk mengekspresikan kreativitas generasi muda dengan menjual puluhan barang brand lokal di Indonesia. Toko tersebut bernama Toko Ola.
Berada di Gedung KOLA Compound, Jalan Cendrawasih, Kawasan Kota Lama Semarang, Toko Ola menghadirkan ratusan pernah-pernik fesyen yang lucu dan menggemaskan. Mulai dari baju, celana, outer hingga aksesori seperti cincin, gelang, bando, ikat rambut, tas, dan masih banyak lainnya di sana.
Salah satu pendiri Toko Ola, Risa Maharani, mengatakan, Kota Semarang belum memiliki tempat khusus yang menjajakan pernak-pernik fesyen asli Indonesia. Oleh karenanya, ia bersama empat kawannya tergerak untuk membangun Toko Ola yang berfokus menjualkan produk-produk lokal brand di Indonesia, khususnya Semarang dan sekitarnya.
“Kebetulan kami berlima punya brand di bidang masing-masing. Tapi kalau gedung ini hanya diisi barang-barang kita, itu masih kosong banyak. Jadi kami berkolaborasi dengan brand lain, sekarang ada 57 brand lokal di sini. Dan masih ada banyak peminat yang ingin masukin barang,” tutur Risa saat beritajateng.tv berkunjung, Selasa, 2 Januari 2024.
BACA JUGA: Sedia Stiker Gemas Hingga Tumbler Mewah, The Bunny Tales Jadi Surga Berburu Pernak-Pernik Lucu
Pernak-pernik fesyen brand lokal di Toko Ola Semarang
Beberapa lokal brand yang ada di sini antara lain Pratesthi, Risa Maharani Basic, Muhammad Bayu Indonesia, Teliti, Lip Craft, Choose Your’s Here, Telaten, Setitik, hingga Orenjipu. Harapannya, Toko Ola dapat membantu memajukan ekonomi kreatif di Kota Lumpia ini.
Selain menjual produk fesyen, Risa mengatakan jika Toko Ola juga rutin mengadakan kegiatan pelatihan maupun kelas kreatif setiap bulannya. Misalnya, seperti kelas crafting, tato hena, fotografi, hingga melukis.
Risa mengatakan, tujuan utama pihaknya mengadakan beragam aktivitas tersebut yaitu ingin mempopulerkan kembali barang-barang brand lokal, serta menumbuhkan minat masyarakat Semarang di bidang kreatif.
“Mungkin ini yang jadi pembeda dengan toko-toko semacam ini di kota lain. Karena di sini selalu ada weekend activity, lalu ada kelas 2 kali dalam sebulan. Dari situ, secara tidak langsung ngasih tahu ke temen-temen bahwasannya kenapa lokal brand disebut mahal, ya karena kita bikin dengan manual dan tidak mudah. Selain itu, mereka juga dapat experience yang justru bisa menumbuhkan ide bisnis bagi mereka,” ucap Risa.
BACA JUGA: Kpopers Merapat! Yuk Berburu Pernak-pernik Idolamu di Kpop Skuy, Harga Mulai Rp45 Ribuan
Upaya menghargai produk asli Indonesia
Lebih lanjut, Risa berharap, ke depannya Toko Ola dapat lebih berkembang dan berkolaborasi dengan lebih banyak brand lokal lainnya. Menurutnya, semakin banyak produk lokal brand yang dipamerkan di Toko Ola, maka semakin banyak pula masyarakat yang menghargai produk-produk asli Indonesia.
“Kita ingin membantu teman-teman yang punya lokal brand, temen UKM juga. Yang pasti kita juga ingin membangun kesadaran, khususnya di lingkungan Semarang agar lebih mencintai dan menghargai lokal brand di Semarang,” sambungnya.
Adapun harga poduk yang tersedia di Toko Ola sangat beragam, mulai dari Rp5 ribu hingga jutaan rupiah. Toko Ola buka setiap hari, pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





