Hukum & Kriminal

Deretan Fakta Gadis Remaja Banjarnegara Lehernya Disayat Pisau Ayah Kandung: Luka Tak Beraturan

×

Deretan Fakta Gadis Remaja Banjarnegara Lehernya Disayat Pisau Ayah Kandung: Luka Tak Beraturan

Sebarkan artikel ini
Pembacokan Sompok | Gadis Banjarnegara | Tegal Pisau | Penusukan Semarang | kasus pembunuhan | Leher Korban
Ilustrasi senjata tajam dan darah. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Banjarnegara heboh oleh peristiwa tragis yang menimpa remaja perempuan berusia 14 tahun. Gadis Banjarnegara berinisial ODL itu mengalami kekerasan brutal oleh ayah kandungnya, Agus Yudiana.

Insiden ini terjadi di Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara.

Pelaku tusuk dan sayat leher, wajah, dan tangan korban dengan pisau

Korban mengalami luka parah akibat tusukan dan sayatan benda tajam berupa pisau. Luka terlihat di bagian leher, wajah, serta tangan. Saat ini, ODL masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.

“Korban alami luka serius di leher, wajah, dan tangan. Tadi malam sudah ditangani melalui operasi,” jelas Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, usai menjenguk gadis tersebut, Minggu, 6 April 2025.

BACA JUGA: Perseteruan Novi Sukatani & Al Madani Banjarnegara Berakhir Damai

Sayatan tak beraturan membuat operasi memakan waktu lama

Proses operasi berlangsung cukup lama. Sayatan tak beraturan dari pelaku membuat tim medis butuh waktu tambahan saat menjahit luka korban.

“Lukanya cukup dalam dan tak beraturan, jadi proses penanganannya memakan waktu. Kita doakan segera membaik,” ujar Amalia.

Pemda dampingi korban pascapengobatan

Selain fokus penyembuhan fisik, pemerintah daerah juga berkomitmen membantu pemulihan psikologis korban. Amalia menegaskan bahwa Dinas Sosial sudah siapkan tim untuk mendampingi korban pascapengobatan.

“ODL masih anak-anak, jadi kami siapkan pendampingan penuh agar kondisi psikologisnya pulih. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

BACA JUGA: Tolak Pelantikan, Puluhan Kades Perpanjangan Jabatan di Banjarnegara Tempuh Jalur Hukum

Pemerintah imbau tak sebar foto korban

Amalia juga mengimbau masyarakat agar tak menyebarkan identitas maupun foto korban. Ia berharap korban tetap mendapatkan tempat yang layak di tengah masyarakat.

“Kami minta warga berhenti sebar foto korban. Beri ruang supaya dia bisa kembali menjalani kehidupan normal. Pelaku harus menerima hukuman seberat-beratnya,” ucapnya.