Kesehatan

Dikabarkan Beresidu Pestisida, Ini Hasil Uji Cepat Anggur Shine Muscat di Jawa Tengah, Amankah?

×

Dikabarkan Beresidu Pestisida, Ini Hasil Uji Cepat Anggur Shine Muscat di Jawa Tengah, Amankah?

Sebarkan artikel ini
anggur shine muscat
Ilustrasi anggur shine muscat. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar uji cepat untuk mengidentifikasi residu pestisida pada anggur shine muscat yang ramai dibicarakan.

Pada Rabu, 30 Oktober 2024 lalu, Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah menguji sebanyak 38 sampel dari beberapa wilayah di Jawa Tengah. Antara lain: Boyolali, Pemalang, Banjarnegara, Klaten, Kota Tegal, Purbalingga, Kendal, dan Kota Surakarta.

BACA JUGA: [Video] Hebat, Siswa SMAN 4 Semarang Sulap Daun Pepaya jadi Pestisida

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyampaikan bahwa hasil uji menunjukkan 94,73 persen sampel anggur itu ialah aman. Sedangkan, 5,27 persen lainnya terdeteksi mengandung residu pestisida dalam kadar rendah.

“Data ini menunjukkan bahwa anggur muscat yang beredar di Jawa Tengah pada dasarnya aman untuk dikonsumsi,” ungkap Dyah dalam keterangannya, Sabtu, 2 November 2024.

BACA JUGA: Ramai Dugaan Anggur Shine Muscat Terpapar Zat Bahaya, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Bagi sampel yang mengandung residu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium guna memastikan kadar residunya lebih akurat.

Dyah mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga keamanan pangan dengan menerapkan praktik baik dalam mengonsumsi buah-buahan.

BACA JUGA: Ada Green Tea hingga Anggur Merah, Wonkran Cigarette & Tobacco Shop Jual Tembakau Berbagai Rasa

“Pilih buah anggur yang telah memiliki izin edar, cuci bersih menggunakan air mengalir sebelum konsumsi,” pesannya.

Lebih lanjut, Dyah menyebutkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga telah menguji sampel di 100 titik kabupaten/kota di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Galakkan Pertanian Perkotaan, Ita Panen Anggur di Halaman Balaikota

Berdasarkan hasil tersebut, 90 persen sampel tidak mengandung residu pestisida, sementara 10 persen lainnya tercemar pada tingkat aman untuk dikonsumsi. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp