“Ada beberapa tokoh masyarakat, paguyuban organisasi, yang mengirim surat ke kami. Pada 1969, tempat ini bukan Simpanglima tapi Lapangan Pancasila. Sehingga, kami mengikuti masukan-masukan masyarakat,” jelas Ali.
Lebih lanjut, Ali mengatakan, akan lebih mempercantik dengan menambah berbagai tumbuhan sesuai arahan Wali Kota Semarang untuk mendukung penghijauan. (Ak/El)





