SEMARANG, beritajateng.tv — Pemerintah Kabupaten Semarang terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan Jawa Tengah dengan meningkatkan produktivitas tanaman padi. Upaya tersebut melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, perluasan luas tambah tanam, serta optimalisasi lahan pertanian.
Komitmen itu Ngesti Nugraha tegaskan saat mendampingi Ahmad Luthfi dalam kegiatan panen raya padi di Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jumat, 20 Februari 2026.
Bupati menyampaikan, luas tanam padi di Kabupaten Semarang saat ini mencapai sekitar 19.520 hektare. Dengan 18.758 hektare di antaranya merupakan lahan sawah resmi. Dari luasan tersebut, produktivitas panen rata-rata mencapai 6,5 ton per hektare. Khusus di Kecamatan Jambu, luas lahan padi tercatat sekitar 420 hektare.
BACA JUGA: Dorong Produktivitas Ketahanan Pangan 2026, Polres Semarang Siapkan Benih Jagung Unggul Serasi-38
Ia berharap pada tahun 2026 ini Kabupaten Semarang terbebas dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Seperti penyakit, hama wereng, maupun tikus yang sempat merebak pada 2025 lalu.
“Produksi padi Kabupaten Semarang pada 2025 mencapai sekitar 131.000 ton, sehingga kita mengalami surplus kurang lebih 31.000 ton. Jika tahun ini tidak ada serangan OPT, produktivitas terpastikan bisa melampaui capaian tahun lalu,” ujarnya.
Untuk mendorong peningkatan hasil, Pemkab Semarang juga akan menerapkan pola panen olah lahan langsung tanam sebagaimana Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah paparkan. Pola ini harapannya mampu meningkatkan indeks pertanaman, sehingga lahan yang sebelumnya hanya panen sekali setahun bisa menjadi dua kali, bahkan hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Dengan pola tersebut, produktivitas padi akan terus meningkat dan semakin menopang program ketahanan pangan Jawa Tengah,” tegas Bupati.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan swasembada pangan pada 2026. Target luas tanam periode Januari–Desember 2026 ditetapkan sebesar 2,38 juta hektare. Dengan realisasi hingga Februari 2026 telah mencapai 216.098 hektare.
BACA JUGA: Sumanto: Alih Fungsi Lahan Pertanian Ancam Ketahanan Pangan Jawa Tengah
Pemprov Jawa Tengah juga menargetkan produksi padi tahun 2026 sebesar 10,55 juta ton. Atau meningkat 12,22 persen dibandingkan realisasi produksi 2025 yang mencapai 9,3 juta ton.
“Jika pada 2025 Jawa Tengah mampu berkontribusi 15 persen terhadap kebutuhan nasional, maka pada 2026 kontribusi tersebut teryakini bisa lebih besar lagi,” tegas gubernur. (*)
Editor: Farah Nazila
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





