HeadlineNasionalNews Update

Fantastis, KPK Sebut Gratifikasi ke Eks Bupati Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar

×

Fantastis, KPK Sebut Gratifikasi ke Eks Bupati Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers ungkap kasus gratifikasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo. (Youtube KPK RI)

JAKARTA, 8/3 (beritajateng.tv) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan adanya kecurigaan terkait kasus gratifikasi yang melibatkan SI, Bupati Sidoarjo periode 2010-2015 dan 2016-2021.

Besaran gratifikasi yang diterima sebesar Rp 15 miliar. Padahal, tersangka baru saja bebas selama satu tahun dari pidana penjara atas kasus korupsi bersama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Sidoarjo. Eks Bupati Sidoarjo itu sempat menjalani kehidupan di bui selama dua tahun. Namun, seolah tak ada kata jera, eks Bupati Sidoarjo itu kembali tertangkap KPK.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menuturkan bahwa KPK menemukan bukti terkait adanya kasus gratifikasi sehingga pihaknya memutuskan menahan tersangka untuk dilakukan proses penyelidikan.

“Perkara ini merupakan pengembangan terkait kasus suap proyek pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Ada tiga tersangka IG (pihak swasta), PS (pihak swasta), dan SI (Bupati Sidoarjo periode 2010-2015 dan 2016-2021),” tuturnya dalam konferensi pers melalui Youtube KPK, Selasa (7/3/2023).

Dia juga menambahkan kasus gratifikasi ini melibatkan pihak swasta, ASN di lingkungan Pemkab Sidoarjo, dan Direksi BUMD. Teknis penyerahannya dalam bentuk uang tunai dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing. Selain itu, banyak barang mewah yang didapat dengan dalih sebagai hadiah, seperti logam mulia, jam tangan, gawai, dan tas.

“SI diduga banyak menerima gratifikasi selama menjabat dalam bentuk barang dan uang yang diatasnamakan sebagai hadiah ulang tahun, uang lebaran, dan fee,” tambahnya.

Sejauh ini, KPK masih melakukan penyelidikan terkait informasi kekayaan tersangka yang diduga mengalir dari harta gratifikasi. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). (*)

Editor: Andi Naga Wulan

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp