Pariwisata

Fort Willem I Jadi Ikon Wisata Baru, Tokoh Masyarakat Ambarawa: UMKM Harus Diberi Ruang

×

Fort Willem I Jadi Ikon Wisata Baru, Tokoh Masyarakat Ambarawa: UMKM Harus Diberi Ruang

Sebarkan artikel ini
Fort Willem I Ambarawa
Suasana di Fort Willem I Ambarawa usai dibuka untuk wisata edukasi. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Para pelaku UMKM di Ambarawa tak boleh sekadar menjadi penonton dengan bukanya Fort Willem I sebagai aset wisata edukasi baru di Kabupaten Semarang.

Mereka harus mendapat ruang untuk bisa mengembangkan usaha sekaligus untuk menggerakkan perekonomian di wilayah Ambarawa.

Wakil Rakyat sekaligus tokoh masyarakat Ambarawa, The Hok Hiong, menegaskan hal itu saat beritajateng.tv konfirmasi di gedung DPRD Kabupaten Semarang, Ungaran, Selasa, 18 November 2025.

Sebagai warga Ambarawa, ia menyambut baik bukanya Fort Willem I (Benteng Pendem) sebagai destinasi wisata edukasi baru di Kabupaten Semarang.

BACA JUGA: Tambah Nuansa Heritage, Mobil Antik Mejeng di Fort Willem I Ambarawa, Ada Bekas Presiden Soekarno!

Setelah selesai terevitalisasi dan menjadi destinasi wisata baru, keberadaan Benteng Pendem bisa mengangkat nama Ambarawa sebagai salah satu kota perjuangan di Indonesia.

Pasalnya, Fort Willem I Ambarawa merupakan bangunan bersejarah sekaligus menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa merdeka.

Bahkan, setelah Kementerian PUPR revitalisasi, Fort Willem I Ambarawa menjadi semakin bersih dan indah dengan mempertahankan bangunan aslinya.

Fort Willem I Ambarawa harus bisa makmurkan perekonomian masyarakat setempat

Namun, ia juga berharap, setelah benteng peninggalan kolonial tersebut menjadi destinasi wisata bisa meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Terutama para pelaku UMKM yang ada di wilayah Kecamatan Ambarawa. Juga kecamatan lain di sekitarnya,” ungkap legislator PDIP Kabupaten Semarang ini.

Artinya, lanjut The Hok Hiong, masyarakat juga harus beroleh ruang untuk bisa ikut mendapatkan rezeki dari Fort Willem I ini. Terutama para pelaku UMKM, termasuk usaha kuliner.

BACA JUGA: Selain Arsitektur Asli, Atraksi Seni Budaya Bakal Menjadi Daya Tarik Fort Willem I

“Kalaupun harus dengan sistem sewa atau membayar retribusi, paling tidak para pelaku UMKM di Ambarawa tidak dipersulit agar para pelaku UMKM lokal juga bisa berkontribusi,” tuturnya.

Sebaliknya, lanjut The Hok Hiong, kalau sudah mendapat ruang, masyarakat harus taat aturan dan tertib dalam menjaga kelestarian bangunan cagar budaya tersebut.

“Termasuk dalam menjaga kebersihan agar kawasan Fort Willem I tidak semakin kumuh. Terutama saat aset destimasi wisata edukasi sejarah ini nantinya semakin ramai kunjungan,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp