Jateng

H+9 Lebaran, 16 Perusahaan di Jawa Tengah Masih Belum Beri THR, Disnaker Kirim Tim Pengawas

×

H+9 Lebaran, 16 Perusahaan di Jawa Tengah Masih Belum Beri THR, Disnaker Kirim Tim Pengawas

Sebarkan artikel ini
Perusahaan Jawa Tengah THR Pekerja
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat dijumpai di kantornya, Rabu, 26 Maret 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 16 perusahaan di Jawa Tengah belum memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan. Informasi ini muncul dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah.

Ahmad Aziz, Kepala Disnakertrans Jateng, menyampaikan bahwa tim pengawas sudah melakukan pemeriksaan langsung.

“Ada 16 perusahaan yang belum membayar. Pengawas baru saja turun ke lapangan. Jika terbukti belum membayar, maka akan kami berikan nota pemeriksaan,” ujar Aziz.

Hingga Rabu, 9 April 2025 lalu, Disnakertrans telah menerima 196 aduan dari para karyawan. Dari jumlah tersebut, 48 orang melaporkan masalah terkait bonus hari raya.

BACA JUGA: THR Bermasalah, 196 Pekerja Swasta dan Instansi Pemerintah di Jateng Ngadu

Total ada 143 perusahaan yang teradu. Dua perusahaan dalam kondisi pailit juga ikut terlaporkan, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Pengaduan datang dari berbagai sektor. Industri manufaktur mencatat aduan terbanyak dengan 145 laporan. Sektor pendidikan menyusul dengan empat laporan. Sektor rumah sakit dan klinik mencatat enam laporan. Sementara enam aduan lainnya berasal dari instansi pemerintah.

Aziz menambahkan bahwa mayoritas pengadu dari instansi pemerintah berasal dari tenaga honorer.

BACA JUGA: Pungli Berkedok THR Resahkan Warga di Pasar Kliwon Kudus, Ternyata Tradisi Tahunan

“Tenaga honorer memang tidak memiliki hak menerima THR. Sama halnya dengan pekerja yang kontraknya berakhir sebelum lebaran, atau yang terkena PHK dalam waktu 30 hari sebelum hari raya,” jelasnya.

Sebagian perusahaan di Jawa Tengah malah memberikan THR dengan cara mencicil. Ada juga yang terlambat membayar atau belum menunaikan kewajiban sama sekali.

Untuk aduan bonus hari raya, 48 orang menyampaikan laporan kepada lima aplikator. Para pelapor menganggap bonus tersebut tidak sesuai dengan beban kerja yang mereka jalani. Keluhan ini masih dalam proses tindak lanjut oleh tim pengawas ketenagakerjaan Jateng. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp