Nasional

Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Konflik AS-Iran, Hersubeno Arief Soroti Potensi Pemangkasan MBG

×

Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Konflik AS-Iran, Hersubeno Arief Soroti Potensi Pemangkasan MBG

Sebarkan artikel ini
MBG Jawa Tengah | PDIP MBG | MBG SMAN 2 Kudus | SPPG Polri Jateng
Ilustrasi rantang MBG. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pengamat politik Hersubeno Arief menyoroti potensi tekanan terhadap anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah lonjakan harga minyak dunia. Situasi tersebut muncul setelah konflik militer Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran memicu kenaikan harga energi global.

Hersubeno mengulas persoalan tersebut melalui kanal YouTube Hersubeno Point pada Sabtu, 7 Maret 2026. Ia menilai tekanan terhadap APBN dapat memicu penyesuaian berbagai program pemerintah.

“Yang menarik justru pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang mulai menyinggung program yang selama ini dianggap sangat sakral,” kata Hersubeno.

Program MBG menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp35 triliun untuk menjalankan program tersebut pada tahun ini.

Menurut Hersubeno, besarnya anggaran membuat MBG mendapat sorotan dari banyak pihak. Bahkan lembaga yang mengelola program tersebut dikenal memiliki anggaran sangat besar.

BACA JUGA: Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Harga Minyak hingga Tiket Pesawat Berpotensi Naik

“Badan Gizi Nasional yang mengurus program MBG sekarang dikenal sebagai salah satu lembaga ‘sultan’ karena anggarannya jumbo,” ujar Hersubeno.

Ia menjelaskan dana program tersebut berasal dari berbagai sumber dalam struktur APBN. Sebagian anggaran bahkan berasal dari pos pendidikan yang sebelumnya mendapat alokasi cukup besar.

Kebijakan pengalihan anggaran itu sempat memicu perdebatan publik. Pemerintah sebelumnya membantah pengambilan dana dari anggaran pendidikan.

Namun fakta berbeda muncul dalam pembahasan politik pada parlemen. Sejumlah pihak menyebut sebagian anggaran pendidikan memang dialihkan untuk mendukung program MBG.

“Pemerintah sempat membantah. Tetapi kemudian muncul fakta bahwa sebagian anggaran pendidikan memang untuk program MBG,” jelas Hersubeno.

Ia menilai persoalan tersebut semakin kompleks setelah muncul tekanan ekonomi global. Kenaikan harga minyak dunia dapat memperlebar defisit anggaran negara.

Skenario Menteri Keuangan Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Hersubeno mengutip pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang menyiapkan berbagai skenario jika harga minyak terus meningkat.

“Kalau harga minyak naik terus, tentu pemerintah harus menghitung ulang kemampuan APBN,” kata Hersubeno.

Menurutnya terdapat beberapa pilihan kebijakan yang mungkin pemerintah ambil. Pemerintah dapat meningkatkan subsidi energi atau membiarkan harga BBM mengikuti pasar global.

Namun kedua opsi tersebut memiliki risiko besar bagi ekonomi nasional. Karena itu muncul kemungkinan efisiensi pada beberapa program pemerintah.

BACA JUGA: Janji Bawa Limbah Minyak Dubai ke Jateng, Ahmad Luthfi: Saya Umrah Pun Masih Mikir Investasi

Hersubeno menilai pembahasan mengenai efisiensi MBG menjadi perhatian publik karena program tersebut memiliki nilai politik besar. “Selama ini MBG dianggap program sakral yang tidak boleh diotak-atik,” ujar Hersubeno.

Meski begitu ia menegaskan pemerintah belum mengambil langkah pemangkasan anggaran MBG. Pernyataan Menteri Keuangan baru sebatas membuka kemungkinan efisiensi pada beberapa komponen pendukung program.

“Purbaya belum bicara pemangkasan porsi makan atau jumlah penerima. Ia hanya menyinggung efisiensi sarana pendukung,” kata Hersubeno.

Ia menilai masa depan anggaran MBG sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global. Jika tekanan fiskal semakin berat, pemerintah harus mengambil keputusan sulit dalam pengelolaan APBN. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp