Menurut Sugiyanto, meskipun baru menjabat beberapa bulan. Secara umum langkah awal pemerintahan Agustina-Iswar menunjukkan arah yang positif dengan berbagai capaian nyata.
“Namun agar manfaatnya bisa masyarakat rasakan secara lebih luas. Perhatian terhadap proses komunikasi, keterlibatan mitra strategis seperti DP2K, dan keberlanjutan birokrasi menjadi kunci penting. Terlebih untuk memperkuat fondasi pemerintahan yang inklusif, efektif, dan akuntabel,” ujarnya.
Selanjutnya, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dengan adanya program Dana Operasional RT Rp25 Juta per tahun.
“Yang paling diapresiasi adalah program bantuan Rp25 juta untuk setiap RT per tahun,” ungkap Sugiyanto.
Hanya saja, menurutnya, ada batasan penggunaan anggaran yang belum tersosialisasi dengan baik. Sehingga masih banyak RT yang bingung dan ragu memanfaatkan karena tidak memahami risikonya.
Lebih jauh, Sugiyanto mengingatkan ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius, antara lain banjir dan lapangan kerja.
“Terutama banjir, yang apabila terjadi langsung dirasakan oleh masyarakat yang terkena bencana. Ini perlu mendapat perhatian sangat serius. Juga masalah penanganan sampah,” jelasnya.
Sementara itu, Agustina menyatakan survei lembaga itu ibarat “nilai rapor” bagi pemerintah kota.
“Hasil survei ini menjadi bahan introspeksi dan evaluasi. Kami tidak boleh cepat puas, justru harus bekerja lebih keras lagi untuk warga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan mitra strategis. Termasuk akademisi, untuk merumuskan kebijakan yang partisipatif.
“Dengan kerja sama semua pemangku kepentingan, kami ingin menjadikan Semarang sebagai kota yang mampu menyeimbangkan pembangunan, lingkungan, dan keselamatan warga,” katanya.
Dengan apresiasi dari kalangan akademisi, Pemerintahan Agustina-Iswar semakin optimistis bahwa arah pembangunan kota berada di jalur yang tepat.
Melalui evaluasi berkelanjutan, komunikasi terbuka, dan kolaborasi luas, Pemkot Semarang berkomitmen meningkatkan pelayanan publik serta mewujudkan Semarang yang inklusif, efektif, dan akuntabel. (*)
Editor: Elly Amaliyah





