SEMARANG, beritajateng.tv – Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) menilai kinerja Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam memimpin Ibu Kota Jawa Tengah cukup responsif.
Hal ini tampak dari sejumlah program Walikota dan Wakil Walikota Semarang Agustina dan Iswar Aminuddin yang telah menunjukkan dampak positif. Salah satunya, program kebersihan dan pengelolaan sampah.
Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph. mengakui hal tersebut.
Ia menilai Agustina dalam memimpin kota Semarang menerapkan kepemimpinan yang responsif. Menurut dia, segala keluhan masyarakat berhasil Agustina respon dengan baik.
BACA JUGA: Walikota Semarang Komitmen Beri Keringanan Pajak Bagi Masyarakat
“Manajemen sampah masih dapat meningkat lebih lagi, karena masih menjadi persoalan di sini. Persoalan sampah berpotensi menurunkan tingkat kepuasan bila tidak segera tertangani secara sistematis,” jelasnya.
Dia menyebut, upaya pengelolaan sampah dapat berupa pemanfaatan berbagai inovasi di kampus. Misalnya di Undip, seperti inovasi pemisahan sampah, pemanfaatan ayam untuk mengurai sampah, hingga pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar gasoline.
“Edukasi pemisahan sampah dari rumah tangga juga perlu Pemkot tingkatkan dengan masif,” imbuhnya.
Prof. Firmansyah juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD Kota Semarang dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Termasuk program nasional seperti makan bergizi gratis dan koperasi merah putih agar dampaknya dapat langsung bisa masyarakat rasakan.
Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan, sebanyak 77,4 persen warga kota Semarang puas dengan kinerja Walikota Agustina dan wakilnya Iswar Aminuddin.
Sejumlah guru besar Undip pun menilai capaian itu awal yang positif bagi pemerintahan yang baru berjalan beberapa bulan.
Senada, Guru Besar Undip, Prof. Dr. FX Sugiyanto menilai hasil survei kepuasan warga kota Walikota Semarang merupakan capaian baik untuk pemerintahan baru.
“Cukup tinggi masyarakat yang puas, yakni 77,4 persen. Tetapi yang tidak puas juga masih satu per lima penduduk kota Semarang. Artinya cukup tinggi juga,” katanya.





