Narto menjelaskan, kampung-kampung di Semarang Utara seperti Barutikung, Kuningan, dan Tanjung Mas memang memiliki masa lalu kelam. Bahkan, tak sedikit yang menyebutnya sebagai ‘kampung gali’.
Namun seiring berjalannya waktu, intensitas terjadinya kekerasan di Semarang Utara terus menurun. Ia mengatakan, banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke pondok pesantren sehingga tingkat kenakalan remaja berkurang drastis.
“Anak-anak kalau sesekali mau cekcok di kampung pasti sudah malu sama orang tua mereka,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





