SEMARANG, beritajateng.tv – Tawuran antar remaja kembali terjadi di Jalan Pasir Mas Raya, Kelurahan Panggung, Kecamatan Semarang Utara, Jumat, 15 Desember 2023 pukul 03.00 WIB.
Mirisnya, tawuran tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Atas peristiwa itu, Polrestabes Semarang telah mengamankan 17 remaja yang terlibat tawuran.
Tawuran di daerah Semarang Utara memang kerap terjadi, terutama setiap akhir pekan. Salah satu spot yang menjadi favorit adalah sebuah jembatan di Jalan Boom Lama, Kuningan.
Warga sekitar menyebutnya sebagai Jembatan Boom Lama. Namun, para remaja lebih mengenalnya sebagai Jembatan Jalur Gaza. Bahkan, pada aplikasi peta digital, jembatan tersebut juga memilki nama Jembatan Jalur Gaza.
BACA JUGA: Berawal Tawuran, Pemuda di Semarang Utara Tewas Bersimbah Darah, Leher Tersabet Sajam
Sunarti, warga sekitar, menjelaskan, jembatan tersebut mendapat julukan Jalur Gaza lantaran menjadi tempat favorit remaja untuk melakukan aksi tawuran. Menurutnya, lokasi jembatan yang lapang dan strategis itu ada dua alasannya.
“Kalau yang tawuran bukan dari warga sini, tapi dari luar, dari kampung sebelah, Kuningan, Panggung, Hasanudin,” jelasnya saat beritajateng.tv temui Rabu, 20 Desember 2023.
Jembatan Boom Lama atau Jalur Gaza memang terletak strategis. Menjadi penghubung antara Jalan Kuningan dan Kampung Barutikung, lokasi jembatan ini terkenal hingga menjadi patokan masyarakat sekitar.
“Warga taunya Jembatan Boom Lama, tapi memang terkenal, orang luar kalau tanya alamat pasti saya kasih patokan jembatan ini,” imbuhnya.
Jembatan Jalur Gaza jadi saksi bisu berubahnya Barutikung
Sementara itu, Narto, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan hal yang berbeda. Ia sejatinya tidak begitu setuju akan penamaan Jembatan Boom Lama dengan Jembatan Jalur Gaza.
Menurutnya, nama Jalur Gaza yang erat dengan perang akan membawa citra negatif. Padahal, Kampung Barutikung dan sekitarnya telah berubah menjadi lebih aman dibanding puluhan tahun yang lalu.
“Sekarang sudah jalur aman. Bahkan Barutikung sekarang jadi kampung santri,” ucapnya.
BACA JUGA: Kembali Marak, Dinas Pendidikan Kota Semarang Ajak Semua Pihak Kerjasama Cegah Tawuran Pelajar





