Jateng

Soal Isu Demo Besar-besaran Agustus, Kesbangpol Jateng: Semarang Masih Adem Ayem, Kami Pantau Solo Raya

×

Soal Isu Demo Besar-besaran Agustus, Kesbangpol Jateng: Semarang Masih Adem Ayem, Kami Pantau Solo Raya

Sebarkan artikel ini
Demonstrasi Agustus
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Harso Susilo, saat ditemui di kantornya, Selasa, 4 Agustus 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ramainya spekulasi di media sosial mengenai demonstrasi besar pada Agustus 2026 memantik perhatian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah.

Kesbangpol menilai isu tersebut masih sebatas sentimen lokal dan belum berkembang menjadi isu strategis di Jawa Tengah.

Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Harso Susilo, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan informasi yang beredar di masyarakat, termasuk isu yang ԁikaitkan dengan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya.

“Desas-desus [demonstrasi] Agustus ini banyak sekali yang menghembuskan. Ada yang ketakutan sendiri karena itu ԁiviralkan terus, ԁiviralkan terus yang negatif di masyarakat. Akhirnya ada mal-mal bangun pagar tinggi-tinggi dan sebagainya itu ketakutan di Jakarta terutama, saya dengar di Jakarta semuanya,” ujar Harso saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Selasa, 4 Agustus 2026 sore.

Kendati begitu, Harso menegaskan hingga kini pihaknya belum melihat adanya eskalasi situasi di Jawa Tengah.

“Kalau Kesbangpol, ini masih sentimen lokal semuanya, belum jadi sentimen negatif. Nantinya menjadi isu strategis di tingkat daerah terutama di tingkat Jawa Tengah semuanya atau tidak, itu yang kami perhatikan,” imbuh Harso.

BACA JUGA: Zulhas Minta Tak Ada Lagi Demo soal Pembukaan Dapur MBG, 13 Ribu SPPG Disiapkan

Harso menilai situasi keamanan di Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah relatif kondusif. Menurutnya, kultur masyarakat di Kota Semarang cenderung tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang berkembang.

“Kalau di Jawa Tengah ya kita lihat, biasanya nanti di Solo dan sebagainya. Kalau Semarang sih adem ayem dari dulu. Seperti kasus 1998 ke 1999, Semarang juga enggak begitu banyak, Semarang itu adem ayem kok karena kultur masyarakatnya enggak begitu panas,” tutur Harso.

Namun, Harso memastikan Kesbangpol tetap meningkatkan pemantauan, utamanya di sejumlah wilayah yang selama ini ԁinilai memiliki ԁinamika masyarakat lebih tinggi, seperti Solo Raya.