HeadlineJateng

Jokowi Sindir Jalan Solo-Purwodadi Rusak Parah, Pj Nana: Tugas Kami Tinggal Merawat

×

Jokowi Sindir Jalan Solo-Purwodadi Rusak Parah, Pj Nana: Tugas Kami Tinggal Merawat

Sebarkan artikel ini
nana sudjana
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang. Rabu 24 Januari 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Usai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berikan sindiran pada ruas jalan Solo-Purwodadi yang menurutnya rusak parah, Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana angkat bicara.

Nana menuturkan, perbaikan jalan Solo-Purwodadi itu merupakan Instruksi Presiden (Inpres). Pihaknya mengaku tak ada masalah terkait peresmian jalan tersebut. Perihal instruksi khusus presiden usai peresmian jalan tersebut, Nana tak menjawab secara spesifik.

“Jadi kemarin itu yang Purwodadi-Blora (Solo-Purwodadi) jalan inpres ya. Memang yang melaksanakan itu PUPR, saya rada kemarin tidak ada permasalahan yang ada, kemarin peresmian sifatnya. Bahwa jalan sudah selesai sehingga diresmikan oleh Presiden,” ujar Nana saat beritajateng.tv temui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu 24 Januari 2024.

Nana pun mengakui ruas jalan Solo-Purwodadi sudah berpuluh-puluh tahun mengalami kerusakan. Usai peresmian jalan tersebut, Nana mengaku akan melakukan perawatan lebih lanjut agar tak timbul kerusakan tambahan.

“Sudah berpuluh-pulih tahun rusak, kedepan ya tugas kami untuk merawat, kemudian juga memperhatikan,” sambung Nana.

Perawatan jalan

Ia meminta agar masyarakat menyadari bahwa ruas jalan itu ialah milik bersama. Sehingga dalam hal ini, Nana menegaskan bahwa tak hanya Pemprov Jateng yang melakukan perbaikan jalan tersebut.

“Kami memohon kepada masyarakat bahwa jalan itu milik bersama, sehingga harus kita rawat dan jalan itu kan awalnya aspal, sekarang sudah beton,” sambung Nana.

Khususnya, lanjut Nana, pihaknya akan mengarahkan Dinas Perhubungan untuk mengatur kendaraan muatan yang mendapat izin melintas pada ruas jalan tersebut.

“Akan kami sampaikan ke Dinas Perhubungan. Misalnya kelayakan dari jalan tersebut bisa digunakan oleh kendaraan dengan berat muatan seberapa, dalam rangka merawat jalan,” tegasnya.

Ia hanya menyebut usai peresmian jalan tersebut, tugas selanjutnya ialah merawat jalan tersebut.

“Kami berharap kepada masyarakat Jateng, khususnya Purwodadi-Blora, yang kemarin jalan betonnya diresmikan. Mari kita sama-sama supaya jalan itu awet, bisa digunakan di jangka waktu yang panjang,” tandas Nana.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja (kunker) dengan mengecek jalan raya Solo-Purwodadi pada Selasa, 23 Januari 2024.

BACA JUGA: Hadiri Penyerahan Pesawat Baru TNI AU Bareng Prabowo, Jokowi: Presiden Boleh Kampanye dan Memihak

Bersama Ibu Iriana, Jokowi meninjau ruas Jalan Solo-Gemolong (Sragen)-Purwodadi di Desa Ngandul, Kabupaten Sragen.

Tak hanya itu, presiden juga bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Anggaran Rp 204 miliar untuk pembangunan 3 ruas jalan

Menurut Presiden, ruas jalan tersebut merupakan bagian dari penanganan jalan daerah sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun 2023.

“Saya ingin melihat selesainya seluruh ruas jalan yang kita kerjakan dengan Inpres jalan daerah (IJD) yang totalnya di seluruh Tanah Air Indonesia itu Rp14,6 triliun total 2023,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai peninjauan, beritajateng.tv kutip dari setkab.go.id.

Presiden menjelaskan bahwa Rp1,3 triliun dari total anggaran tersebut untuk memperbaiki sekitar 40 ruas jalan di Jawa Tengah. Sementara itu, Kabupaten Sragen sendiri mendapat anggaran Rp204 miliar untuk membangun tiga ruas jalan.

Presiden pun mengungkapkan bahwa pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp15 triliun untuk Inpres Jalan Daerah tahun 2024. Namun, realisasi kebijakan tersebut masih dalam proses perencanaan.

“Tahun 2024 akan ada inpres jalan daerah lagi sebesar Rp15 triliun nanti untuk Sragen berapa masih dalam perencanaan, untuk Jawa Tengah berapa, semuanya masih jalan proses perencanaannya,” tutur Jokowi.

Oleh sebab sifat jalannya yang mudah rusak, Jokowi pun memerintahkan untuk memperbaiki jalan menggunakan cara membeton.

“Begitu diperbaiki, diaspal, dua tahun, setahun, rusak lagi karena memang tanahnya bergerak. Nah, yang sekarang ini saya perintahkan tahun kemarin, ‘Pak ini tidak boleh aspal lagi. Ini harus dibeton. Pakai rangka beton setebal 25 senti pun’,”

BACA JUGA: Jokowi Sebut Perbaikan Jalan Solo-Purwodadi Bertahun-tahun Tak Kunjung Beres, Sindir Kinerja Ganjar?

“Memang biayanya mahal tapi awet bertahun-tahun, tidak mengganggu aktivitas masyarakat, tidak mengganggu aktivitas ekonomi,” ucapnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp