Nasional

Kemenag Tegaskan Tak Ada Larangan Pernikahan di Hari Libur: Hanya KUA yang Tutup, Bukan Penghulu

×

Kemenag Tegaskan Tak Ada Larangan Pernikahan di Hari Libur: Hanya KUA yang Tutup, Bukan Penghulu

Sebarkan artikel ini
Kemenag Pernikahan
Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie. (Foto: Kemenag)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kementerian Agama (Kemenag) mengklarifikasi beredarnya informasi mengenai larangan pernikahan pada hari libur.

Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, menegaskan tak ada kebijakan yang melarang pelaksanaan pernikahan di luar KUA, baik pada hari kerja maupun hari libur.

Pernyataan ini merespons beredarnya informasi di media sosial terkait larangan menikah di hari libur usai terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 22 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan.

“Kami ingin meluruskan bahwa aturan tersebut tidak membatasi pasangan untuk melangsungkan pernikahan di luar KUA pada hari kerja ataupun di hari libur,” jelas Anna di Jakarta, Minggu, 13 Oktober 2024.

BACA JUGA: Ramai “Marriage is Scary”, Psikolog Undip Ungkap Fenomena Takut Nikah, Faktor Medsos atau Trauma?

Kata Kemenag lebih lanjut soal pernikahan di KUA

Anna menjelaskan, pelaksanaan pernikahan di KUA pada dasarnya hanya dapat berlangsung pada hari dan jam kerja, sebab KUA beroperasi dari Senin hingga Jumat. Di luar hari-hari tersebut, imbuhnya, KUA tidak melayani pernikahan di kantor.

“Penting untuk dicatat bahwa yang libur hanyalah kantor KUA, bukan petugas penghulu,” imbuh Anna.

Anna juga mengatakan bahwa PMA tersebut baru akan mulai berlaku tiga bulan setelah penetapan.

“Penerapan PMA ini membutuhkan waktu penyesuaian. Dan selama tiga bulan ke depan, kami akan terus mendengarkan masukan dari berbagai pihak untuk meningkatkan layanan pada masyarakat,” terangnya.

BACA JUGA: Perselingkuhan Selebriti Selalu Marak di Medsos, Mungkinkah jadi Pemicu Seseorang Takut Menikah?

Menurut Anna, layanan pencatatan nikah telah teratur dalam Undang-Undang. Selama memenuhi syarat-syarat yang berlaku, pasangan tetap bisa melangsungkan pernikahan di lokasi sesuai keinginan, baik di rumah, tempat ibadah, atau yang lainnya.

Anna mengatakan, Kemenag berkomitmen untuk terus memberi pelayanan pencatatan pernikahan yang memudahkan masyarakat.

“Semoga bisa meredakan kekhawatiran masyarakat yang berencana menikah di luar KUA Kecamatan. Kemenag berkomitmen untuk terus memberi layanan terbaik dalam proses pencatatan pernikahan,” ungkapnya.