“Karena keseharian mereka (mahasiswa) di dunia media sosial, maka mahasiswa kami sedang mencari jatidiri dan eksistensi diri. Mereka memerlukan informasi yang mencerahkan agar semua punya jiwa nasionalisme, terbuka dan toleran, waspada hasutan dan provokasi, dan lebih cinta perdamaian,” kata Bertha.
Kuliah umum kebangsaan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa. Khususnya tentang bahaya propaganda radikalisme dan terorisme di sosial media dan cara mencegahnya.
Dalam kesempatan ini, Rektor SCU Ferdinandus Hindiarto turut memberikan penguatan. Selain itu pemaparan pesan-pesan kepada mahasiswa SCU dalam menangkal radikalisme terorisme di sosial media.
“Yang mau kita bangun di kampus kita adalah kembali terus menerus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” tutup Ferdinand. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





