Ia mencontohkan budidaya sayuran segar yang dapat menjadi alternatif usaha bagi keluarga petani. Selain memiliki siklus panen yang relatif berkala, komoditas sayuran juga memiliki pasar di lingkungan sekitar, seperti pasar tradisional, warung, pedagang, maupun konsumen rumah tangga.
Begitu pula dengan peternakan ayam kampung. Usaha tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan modal dan ketersediaan lahan. Hasil dari usaha tersebut nantinya dapat menjadi tambahan pemasukan sekaligus modal untuk mengembangkan usaha berikutnya.
BACA JUGA: Sumanto Soroti Minimnya Regenerasi Petani, Ingatkan Bahaya Menjual Sawah Warisan
Menurut Sumanto, pola tersebut dapat menciptakan siklus ekonomi sederhana di tingkat keluarga. Lahan dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas, komoditas dijual, kemudian sebagian keuntungan dapat diputar kembali menjadi modal usaha.
“Komoditas sayuran segar ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran. Sektor peternakan skala kecil juga memiliki prospek bisnis yang cerah, contohnya ternak ayam kampung. Dengan begitu, warga bisa mendapatkan tambahan modal usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.
Petani Perlu Mulai Mengatur Keuangan
Sumanto menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan bukan semata-mata persoalan seberapa besar penghasilan yang diperoleh. Menurutnya, kemampuan mengelola pendapatan juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.
Ia mengajak para petani untuk mulai memisahkan antara pendapatan untuk kebutuhan pokok, pendapatan tambahan, serta hasil usaha yang dapat dikembangkan kembali. Dengan perencanaan tersebut, setiap pemasukan diharapkan memiliki fungsi yang jelas.
Terlebih, kehidupan ekonomi rumah tangga petani sangat dipengaruhi oleh kondisi produksi dan harga komoditas. Ketika hasil panen atau harga komoditas mengalami penurunan, keluarga yang hanya memiliki satu sumber penghasilan akan lebih rentan mengalami tekanan ekonomi. Karena itu, memiliki beberapa sumber pendapatan dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis pekerjaan atau komoditas.





