Hal tersebut lantaran beberapa usulan desain yang akhirnya direalisasaikan ke dalam perencanaan IKN tidak semua berasal dari sang juara satu.
“Saat tahun pertama setelah saya mendesain kawasan inti pusat pemerintahan, tahun berikutnya saya mendesain kawasan perumahan barat, kawasan ASN sekitar 40 rusun dengan luas sekitar 90 hektar,” kenangnya.
Adapun saat ini, perkembangan IKN telah memasuki tahap pembangunan fisik. Tugas Ardiyanto sebagai arsitek dalam merancang kota tersebut pun telah selesai. Ia berharap, IKN dapat menjadi ibu kota baru yang modern, humanis, dan berkelanjutan.(*)
Editor: Farah Nazila





