Nasional

Kisah Ardiyanto, Dosen Asal Semarang yang Ikut Sayembara Desain IKN

×

Kisah Ardiyanto, Dosen Asal Semarang yang Ikut Sayembara Desain IKN

Sebarkan artikel ini
Antonius Ardiyanto IKN
Antonius Ardiyanto (empat dari kiri) saat berfoto bersama Tim Infinite City dari Unika Soegijapranata dan Antistatics Architecture. (Dokumentasi Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dari hari ke hari, persiapan ibu kota baru atau Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara semakin matang. Pemerintah bahkan telah berencana untuk memindahkan sebanyak 3.245 Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN pada Juli 2024 mendatang.

Selain itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono juga menyebut bahwa ia siap menjadi salah satu pihak pertama yang pindah dan tinggal di IKN.

Sebelumnya, salah satu tim yang turut berpartisipasi dalam desain tata kota IKN ternyata datang dari Kota Semarang. Tim tersebut adalah Tim Infinite City dari Soegijapranata Catholic University (SCU) atau yang akrab dengan nama Unika Soegijapranata.

Dalam mengikuti sayembara tersebut, Tim Infinite City berkolaborasi dengan Antistatics Architecture Beijing dan berhasil keluar sebagai juara 2.

Ketua tim sayembara IKN dari Unika Soegijapranata, Dr Antonius Ardiyanto mengatakan, untuk meraih pencapaian tersebut membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Apalagi, saat itu ia masih mengajar di Prodi Arsitektur SCU seperti biasanya.

BACA JUGA: Siapkan 1.740 Hunian, Pemerintah Pindahkan 3.246 ASN ke IKN Mulai Juli 2024

“Waktu itu sekitar bulan Oktober atau November 2019 belum ada Zoom Meetings, jadi komunikasi menggunakan Skype dengan rekan-rekan, kadang putus kadang nyambung,” katanya kepada beritajateng.tv.

Saat itu, timnya sepakat mengusulkan desain kota dengan konsep konservasi lahan hutan Kalimantan. Penekanan konsepnya, kata Ardiyanto, ibu kota harus memperkecil risiko lingkungan. Selain itu, penggunaan bangunan yang ramah lingkungan dan penggunaan waduk atau bendungan sebagai sumber air.

“Penyediaan waduk untuk kota dan semua bangunan harus panggung. Dari posisi sekarang setelah direalisasikan, konsep saya diterapkan yaitu penyediaan waduk. Walau bukan juara 1 tapi konsep-konsep terpakai juga secara tidak langsung,” imbuhnya.

Tetap terlibat pada perencanaan IKN

Tak berhenti di situ, Ardiyanto dan tim ternyata masih dilibatkan pada perencanaan kota di Kalimantan Timur tersebut hingga 2 tahun setelahnya. Juga bersama dengan tim yang berhasil menyabet 3 besar.