Feature

Kisah Intan, Sosok Guru SD Mataram yang Dicintai Siswanya, Selalu Beri Pelukan setelah Marahi Murid

×

Kisah Intan, Sosok Guru SD Mataram yang Dicintai Siswanya, Selalu Beri Pelukan setelah Marahi Murid

Sebarkan artikel ini
SD Mataram Semarang
Catarina Intan Kris Setianingrum atau yang akrab disapa Intan, guru SD Mataram Semarang mendapat hadiah dari siswa pada perayaan Hari Guru. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah pemandangan yang unik terjadi pada saat perayaan Hari Guru di SD Mataram Semarang, beberapa waktu lalu. Catarina Intan Kris Setianingrum atau yang akrab disapa Intan, menerima banyak pelukan hangat dari siswanya.

Ada pula yang memberinya setangkai bunga mawar, cokelat, hingga kertas berisi puisi dan gambar Intan. Lalu, tak sedikit pula siswa yang meneteskan air mata haru ketika menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Intan.

BACA JUGA: Ajarkan Siswa Teladani Jasa Guru, SD Mataram Kota Semarang Gelar Lomba Mirip Guru

Intan sendiri adalah seorang guru kelas 3 SD Mataram Semarang. Tahun ini adalah tahun kelimanya mengabdi di SD Mataram Semarang.

Meski terhitung belum lama, namun Intan memiliki kedekatan mendalam dengan beberapa siswa SD Mataram Semarang. Bahkan, saling berbagi pelukan hangat adalah hal yang biasa baginya.

Terutama, kata Intan, pada momen-momen ia sedang memarahi atau menegur siswa. Apalagi terkadang guru dalam memberitahu siswa dapat lepas kendali sehingga pelukan ia anggap sebagai peredam emosi.

“Saya menggangap mereka anak, tidak sekedar menjadi guru atau pendidik mereka. Kalau saya marah pasti saya beri feedback pelukan, ‘Bu Intan minta maaf ya’, sementara kalau mereka pinter ya saya kasih pujian,” kata Intan kepada beritajateng.tv.

Mengajar di SD Mataram Semarang, Intan hobi beri permen ke siswa

Bukan hanya pelukan, Intan tak segan memberikan perhatian khusus kepada siswanya. Ia seringkali membagikan permen atau jajanan ringan lainnya kepada siswanya yang berlaku baik.

Selain itu, ketika siswanya mendapatkan nilai 100, Intan akan menulisnya dengan hal-hal yang menarik perhatian siswa. Misal, alih-alih menggunakan angka 0 biasa, ia akan menggambar dua mata telur sapi beserta emoji senyum untuk menggantikan angka 0.

“Hal-hal yang keliatannya biasa tapi mereka aja udah seneng,” imbuhnya.

BACA JUGA: Kumpulan Kata Bijak Hari Guru Nasional dari Tokoh-tokoh Terbaik

Selama 18 tahun perjalanannya menjadi guru, Intan mengaku beberapa kali menemui anak-anak yang memerlukan penanganan khusus. Berbekal rasa tanggung jawabnya pada masa depan anak, Intan seringkali berkonsultasi ke pihak sekolah.

“Saya konsultasi ke Pak Martin, ‘Pak kalau ini diperiksa ke psikolog gimana’. Waktu dapat persetujuan orang tua, saya kasih rekomendasi psikolog, saya juga ke psikolog. Saya berikan catatan-catatan harian apa saja yang saya temukan,” ungkapnya.

Sebagai guru, Intan berhasil membangun hubungan baik dengan siswa-siswanya. Pun bagi Intan, mengajar adalah proses sepanjang waktu.

“Bagi saya, guru tidak hanya mengajar, guru juga harus mendidik, mengajari sopan santun. Apalagi sekarang nilai sopan santun sudah mulai luntur,” tandasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp