SEMARANG, beritajateng.tv – Fanny Soegi baru-baru ini blak-blakan mengenai masa lalunya saat masih menjadi anggota band Soegi Bornean.
Salah satu pengalaman yang sangat membekas di hatinya ialah ketika ia harus tetap tampil di atas panggung meskipun sedang dalam masa berkabung setelah kehilangan ibunya.
Tepat tujuh hari setelah kepergian sang ibu, Fanny diharuskan tampil di depan publik. Ia mengaku momen itu hingga kini masih menyisakan luka mendalam di hatinya.
BACA JUGA: Kisruh Royalti Lagu “Asmalibrasi”, Fanny Ungkap Borok Soegi Bornean: Band Kok Serakah
Dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Minggu, 8 September 2024, Fanny mengenang bagaimana ia merasa sangat terluka dengan situasi tersebut.
“Aku masih inget banget rasanya 7 harian Ibuku, aku diharuskan tetap manggung dengan kata2 menyakitkan,” ungkap Fanny.
Pengalaman ini meninggalkan bekas emosional yang mendalam, bahkan hingga membuat Fanny pernah merasa putus asa.
BACA JUGA: Buka-bukaan Fanny Soegi Soal Penyebab Keluar dari Soegi Bornean, Ada Trauma Ini
Fanny mengakui, selama menjadi anggota Soegi Bornean, ia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena merasa sangat sendirian.
“Rasanya sakit hati banget dan harus kehilangan Ibuk di waktu yang bersamaan. Rasanya sakit hati banget dan harus kehilangan Ibuk di waktu yang bersamaan,” tuturnya.
Dalam unggahannya, Fanny juga menyebut perlakuan dari rekan-rekan bandnya sangat mempengaruhinya secara emosional.
BACA JUGA: Hengkang dari Band, Fanny Soegi Klaim 7 Lagu Ciptaannya, Bakal Tetap Bawakan Asmalibrasi?
“Perlakuan kalian nggak akan aku lupakan se-umur hidup. Kalian laki2 patriarki, korup, betah isin,” tambah Fanny.
Kini, Fanny Soegi telah resmi keluar dari Soegi Bornean per tanggal 1 Maret 2024, yang ia umumkan melalui Instagram pribadinya.
Keputusannya untuk keluar dari band tersebut menjadi langkah besar dalam hidupnya, meninggalkan masa lalu yang penuh luka dan membuka lembaran baru. (*)





