“Aku masih inget banget ketika aku mau bersuara tentang ini, ada cletukan ‘Fanny lupa toh kalau di belakangku ini orang2 penting?’ Iya aku tau kalian jurnalis, meskipun aku sendirian, aku nggak takut, aku masih berpegang teguh rasa adil,” kata Fanny dengan penuh keyakinan.
Fanny Soegi menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa kini ia tidak lagi takut akan ancaman tersebut.
Sebagai seorang perempuan, ia merasa memiliki keberanian untuk terus memperjuangkan keadilan. Menurutnya, keadilan itu sudah lama hilang dalam industri musik yang ia geluti.
Sebagai informasi, selain “Asmalibrasi,” Fanny Soegi dan Dhimas Tirta Franata juga menciptakan tujuh lagu lainnya yang juga dikenal luas. Yaitu, “Raksa,” “Saturnus,” “Pijaraya,” “Haribaan,” “Kala,” “Samsara,” dan “Aguna.” (*)





