Selain Al Quran Braille, masih terdapat terobosan lain dari Sahabat Mata guna mendukung tunanetra dalam melaksanakan ibadah. Hal tersebut menurut Basuki karena tidak semua tunanetra bisa membaca braille.
“Tidak semua tunanetra bisa braille, entah faktor daya ingat, kemampuan, atau perabaan, dan itu tidak bisa kita paksa,” jelasnya.
BACA JUGA: Film “Tegar” Tebarkan Kasih Sayang dan Motivasi Mengejar Mimpi Penyandang Disabilitas
Menyadari kondisi tersebut, Basuki kemudian mengalihkan dengan menggunakan Al Quran digital dan Al Quran audio. Keduanya membantu tunanetra untuk tetap dekat dengan Al Quran, dengan cara mendengarkan lantunan ayat suci.
“Saya ingin, bagaimanapun kondisi tunanetra itu, mereka bisa tetap mengakses Al Quran, baik braille, digital, maupun audio saja,” lanjutnya.
Bahkan, Sahabat Mata kini telah memiliki printer khusus untuk mencetak Al Quran Braille. Hal tersebut merupakan bentuk fasilitas kepada teman-teman tunanetra agar dapat terus beribadah di tengah keterbatasan. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





