Viral

Korban Kyai Ashari Pati Ungkap Modus Tersangka Ajak Tidur Bareng agar “Diakui Nabi”, Awalnya Tak Curiga..

×

Korban Kyai Ashari Pati Ungkap Modus Tersangka Ajak Tidur Bareng agar “Diakui Nabi”, Awalnya Tak Curiga..

Sebarkan artikel ini
kyai ashari pati
Korban kekerasan seksual Kyai Ashari Pati (kanan) dan ayahnya. (YouTube/Denny Sumargo)

SEMARANG, beritajateng.tv – Korban Kyai Ashari, pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) di Pati mengungkap perlakuan pengasuh tersebut.

Salah satu modus Kyai Ashari Pati tersebut adalah meminta korban untuk tidur bersamanya agar nabi mengakui korban.

Adapun pengungkapan modus Kyai Ashari Pati tersebut korban ungkap dalam podcast Denny Sumargo, baru-baru ini.

Sebelumnya, Kyai Ashari, polisi tangkap setelah kabur selama dua bulan hingga ke Wonogiri.

BACA JUGA: Kyai Ashari Tersangka Rudapaksa Ponpes Pati Ternyata Kabur Sampai Wonogiri

Video penangkapannya pun viral di media sosial, tersangka kasus rudapaksa santriwati di Ponpes Pati itu banyak mendapat komentar warganet.

Korban Tak Curiga, Kyai Ashari Pati Awalnya Minta Pijet Lalu Cium Pipi Korban

Korban mengaku awalnya tidak menaruh curiga terhadap perilaku tersangka selama berada di lingkungan pondok pesantren.

“Udah tiga tahun, tidak apa-apa (perlakuan aneh). Baik, alhamdulillah nggak ada (Kyai macam-macam), kalau ngobrol ya ngaji sampai mana belajarnya gimana,” ungkap korban.

Korban menjelaskan, Kyai Ashari tidak aktif mengajar di pondok, melainkan lebih sering berada di lingkungan pesantren dan mengisi ceramah rutin setiap hari Jumat.

“Nggak ngajar, Pak Yai ceramah tiap hari Jumat, ada di situ tapi nggak ngajar, tinggal di situ,” ujarnya.

Menurut pengakuan korban, tersangka juga tidak memiliki tempat tinggal tetap di area pondok dan sering berpindah-pindah tempat tidur sesuai keinginannya.

“Pak Yai tidak menetap tidurnya ganti-ganti, dulu nggak ada tempat tetap sesuai keinginannya,” tambah korban.

Awalnya, tersangka minta korban pijeti. Lama-kelamaan perlakuan tersebut berkembang menjadi tindakan fisik lain seperti mencium pipi korban.

Korban menyebut perlakuan itu teranggap biasa di lingkungan ndalem pondok pesantren.

“Awal mula bertahap disuruh mijeti, terus dicium kanan kiri (pipi) di situ biasa, kalau ndalem udah biasa kalau santri salim aja,” katanya.

BACA JUGA: Keunikan Masjid Kuno di Blora, Terdapat Makam Hingga Jadi Saksi Sejarah Lahirnya NU

Selain itu, tersangka juga kerap mengajak santriwati untuk ziarah dan meminta ditemani tidur. Korban mengaku sempat diperdaya dengan dalih memiliki penyakit hati yang harus disembuhkan melalui ritual tertentu.

“Di sana ada guru toriqoh, menurut Kyai guru toriqoh bilang nyembuhin sakit. Bilangnya saya banyak iri, banyak penyakit dalam lah, dengki, banyak fitnah, obatnya gini (tidur bareng) salah satunya,” jelas korban.

Kuasa hukum korban mengungkapkan, tindakan tersangka semakin jauh hingga meminta korban melakukan aktivitas seksual dengan alasan agar Nabi dan umat akui.

“Keinginannya agar memasukkan alat kelamin ke mulut agar telan air mani agar Nabi, umat, dan guru toriqoh akui,” ujar kuasa hukum korban.

Ayah korban juga menyebut pelaku berdalih semua tindakan tersebut merupakan perintah dari guru toriqoh.

“Apa yang oknum ini lakukan, bilangnya guru toriqoh guru Mesir suruh,” kata ayah korban.

BACA JUGA: Lamban Terungkap, Psikolog Soroti Relasi Kuasa-Trauma Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

Kyai Ashari merupakan tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Kasus ini sebelumnya mencuat dan memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat, termasuk aksi protes di sekitar lingkungan pesantren. (*)