Nasional

Korea Utara Dukung Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei, Kecam Serangan AS-Israel

×

Korea Utara Dukung Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei, Kecam Serangan AS-Israel

Sebarkan artikel ini
Presiden Korea Utara, Kim Jong-un. (Reuters)
Presiden Korea Utara, Kim Jong-un. (Reuters)

SEMARANG, beritajateng.tv – Korea Utara secara resmi menyatakan dukungan terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Selain itu, pemerintah Korea Utara juga mengecam keras serangan militer yang Amerika Serikat dan Israel lancarkan terhadap Iran.

Berdasarkan laporan Korean Central News Agency (KCNA), seperti Antara beritakan pada Rabu, 11 Maret 2026, Pyongyang menyatakan menghormati keputusan Majelis Pakar Iran yang memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru.

BACA JUGA: Tayang di Netflix! Begini 3 Keunikan di Film Korea Berjudul Good News

Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret 2026 setelah ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

“Sehubungan dengan pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Pakar Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam. Kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

Kecam Serangan AS dan Israel

Dalam pernyataannya, juru bicara tersebut juga menyampaikan keprihatinan serius atas serangan yang Amerika Serikat dan Israel lakukan terhadap Iran.

Menurut Korea Utara, tindakan tersebut telah merusak fondasi perdamaian dan keamanan kawasan serta meningkatkan ketidakstabilan global.

Pemerintah Korea Utara juga menilai serangan militer tersebut sebagai tindakan agresi ilegal terhadap Iran.

Sebagaimana kita ketahui, eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

BACA JUGA: Profil Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Kini Pimpin Iran Usai Serangan AS dan Israel

Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang hingga saat ini.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan balasan tersebut dilaporkan menewaskan delapan anggota militer AS. (*)

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp