SEMARANG, beritajateng.tv – Kuota penukaran uang uang baru untuk kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) melalui layanan kas keliling Bank Indonesia dilaporkan habis hanya dalam hitungan menit setelah pendaftaran dibuka.
Fenomena ini terjadi di berbagai wilayah strategis di Pulau Jawa, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Surabaya. Masyarakat berlomba melakukan reservasi melalui aplikasi PINTAR BI setiap pagi ketika pendaftaran dibuka.
Lonjakan permintaan tersebut tidak lepas dari tradisi masyarakat yang ingin membagikan THR dalam bentuk uang kertas baru kepada keluarga maupun anak-anak saat Idulfitri.
Program SERAMBI 2026
Bank Indonesia telah menyiapkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 untuk memenuhi kebutuhan uang layak edar (ULE) masyarakat.
Melalui program ini, masyarakat dapat menukar uang secara terjadwal melalui layanan kas keliling setelah melakukan reservasi secara daring lewat aplikasi PINTAR BI. Namun tingginya minat membuat kuota layanan cepat habis.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Periode 2 di PINTAR BI, Catat Tanggalnya!
Banyak warga bahkan harus melakukan “war kuota” tepat pukul 08.00 WIB saat sistem pendaftaran buka.
Pada tahun ini, kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Idulfitri diproyeksikan mencapai Rp185,6 triliun, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut menjadi salah satu penyebab padatnya layanan penukaran uang baru.
Selain itu, Bank Indonesia juga menerapkan pembatasan kuota di setiap titik kas keliling untuk menjaga ketertiban layanan serta mencegah penumpukan masyarakat di lokasi penukaran.
Adakah Gelombang Pendaftaran Tambahan?
Seiring habisnya kuota penukaran uang, banyak masyarakat mempertanyakan kemungkinan adanya periode tambahan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR BI.
Namun Bank Indonesia menegaskan bahwa tidak akan ada periode ketiga pendaftaran penukaran uang baru secara daring pada program SERAMBI 2026.
Periode kedua yang buka pada akhir Februari lalu menjadi gelombang terakhir untuk layanan kas keliling berbasis reservasi. Artinya, jadwal baru kemungkinan tidak akan muncul di sistem bagi wilayah yang kuotanya sudah ternyatakan penuh.





