SEMARANG, beritajateng.tv – Pelukis asal Yogyakarta, Nanang Widjaya menyambut Tahun Baru 2024 dengan menggelar pameran di Kawasan Kota Lama, 28 Desember – 10 Januari 2024. Bertajuk ‘Heritage’, pameran tunggal Nanang Widjaya kali ini berlangsung di de Warisan Art & Curio, Jalan Suari Nomor 8, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.
Meski bukan berasal dari Kota Semarang, namun Nanang mengaku banyaknya bangunan kuno yang bersejarah di kota lumpia ini menuntunnya untuk mengabadikan tiap sudut Kota Semarang. Tak heran jika kebanyakan karyanya pada pameran ini lebih condong mengeksplorasi keindahan ibu kota Jawa Tengah ini.
“Saya mengambil tema ‘Heritage’ dasarnya adalah ingin mengabadikan objek-objek bangunan yang kuno di Semarang. Pun sebetulannya saya mempelajari ini tidak hanya sehari dua hari, atau sebulan dua bulan, tapi saya mulai datang ke Semarang sebelum COVID-19,” ungkap Nanang Widjaya saat beritajateng.tv temui saat pembukaan pameran, Kamis, 28 Desember 2023.
Seniman yang lahir di Jakarta dan besar di Yogyakarta itu memang telah lama akrab dengan Kota Semarang. Sudah tak terhitung jari ia datang ke sudut Kota Lama Semarang untuk mencari inspirasi karya-karyanya.
Kemudian, melalui 37 lukisannya pada pameran inilah Nanang Widjaya ingin mengundang wisatawan Kota Lama untuk mengeksplorasi bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Kota Atlas ini.
“Saya berpikir momennya tepat, karena ini libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, tempat ini sangat strategis dan cukup layak untuk pameran,” tambahnya.
Nampaknya tujuan Nanang untuk menggaet pengunjung dari wisatawan Kota Lama tercapai dengan mudah. Seperti halnya salah satu pengunjung pameran, Inka. Ia mengaku tak sengaja mengetahui soal pemeran dari Nanang Widjaya ini. Inka awalnya hanya berniat berjalan-jalan di sekitar Kawasan Kota Lama.
“Nggak tau awalnya, tapi karena lagi jalan-jalan sekitar sini terus liat kok ada pembukaan pameran, akhirnya masuk liat-liat,” akunya.
Kenalkan bangunan bersejarah di sekitar Semarang
Lebih lanjut, Nanang mengakui beberapa objek pada karyanya sebenarnya telah banyak diangkat oleh seniman-seniman terdahulu. Seperti Lawang Sewu, Gereja Blenduk, hingga Gedung Marba.
BACA JUGA: Tak Hanya Lewat Kanvas, Kini Menikmati Lukisan Bisa Lebih Interaktif dengan Teknologi AR
Namun demikian, ia juga menyertakan beberapa lukisan yang sekiranya mulai jarang menjadi perhatian seniman.
“Beberapa yang sudah mulai jarang dikeluarkan lagi dalam satu pameran, seperti sudut gapura Pecinan, Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, itu banyak yang senang, bangunannya juga unik karena mengandung aksesoris-aksesoris yang tidak ada di bangunan lain,” ujarnya.(*)
Editor: Farah Nazila





