Jateng

Menengok “Makan Bergizi Gratis” India, Jateng Didorong Terapkan Desentralisasi Dapur MBG ala PM Poshan

×

Menengok “Makan Bergizi Gratis” India, Jateng Didorong Terapkan Desentralisasi Dapur MBG ala PM Poshan

Sebarkan artikel ini
MBG Tengah
Salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Sandeep menjelaskan, skema makan gratis di India mulanya dipandang sebelah mata dan dianggap sekadar program politik. Namun, dalam satu hingga dua dekade, ia menyebut free meal program itu tumbuh sebaai intervensi sosial terbesar dan memiliki dampak nyata bagi anak-anak di India.

“Dulu orang mengira ini hanya skema politik untuk mencari suara. Tapi dengan banyaknya pengambilan keputusan untuk rakyat, program ini berkembang sangat besar dalam satu atau dua dekade,” ujar Sandeep.

Sandeep menuturkan, dampak paling kuat terhadap PM Poshan tampak pada anak perempuan. Kata dia, PM Poshan mampu mendorong partisipasi sekolah, meningkatkan literasi, hingga membuka ruang bagi perempuan mengambil keputusan dalam keluarga.

“Itu punya dampak besar pada kesehatan anak perempuan, pada literasi perempuan. Ketika mereka bersekolah dan dapat pemberdayaan, mereka mulai membuat keputusan yang memengaruhi keluarga,” terang Sandeep.

Lebih jauh, Sandeep menekankan bahwa skema makan gratis bukan soal hanya intervensi gizi, namun alat pemberdayaan warga. Program itu, ujar dia, memungkinkan masyarakat fokus pada pekerjaan dan berkontribusi pada pembangunan keluarga maupun negara.

“Program seperti ini harus negara lihat sebagai alat pemberdayaan. Negara memang harus memenuhi kebutuhan minimum rakyatnya, tapi jangan sampai menciptakan ketergantungan penuh,” jelasnya.

Ia mengingatkan perlunya keseimbangan antara dukungan negara dan tanggung jawab warga. Hal itu agar program bantuan sosial tidak berubah menjadi sistem yang sepenuhnya membebani negara.

BACA JUGA: Jejak Kecil India di Semarang: Dari Jalur Dagang Gujarat, Masala dalam Masakan, hingga Harmoni Puja di Pura

“Kita tidak ingin masyarakat menjadi sepenuhnya bergantung pada negara. Negara memberi kebutuhan dasar, tapi warganya harus tetap berkontribusi bagi keluarga, provinsi, dan negara,” pungkasnya.

Dalam konteks Indonesia, utamanya Jawa Tengah yang menjadi salah satu wilayah dengan penerima manfaat MBG terbesar, perspektif tersebut menjadi catatan penting untuk memastikan program itu tidak berhenti sebatas bantuan pangan jangka pendek.