Terlebih, skema makan bergizi gratis ini Pemerintah Indonesia arahkan sebagai upaya mencetak Generasi Emas 2045, yang membutuhkan intervensi gizi, pendidikan berkualitas, maupun pemberdayaan secara beriringan.
Di Jawa Tengah, pelaksanaan MBG berhadapan dengan SPPG yang melayani ribuan porsi setiap hari. Model ini menuntut pengawasan yang ketat. Sebab, rantai pasoknya melibatkan banyak sekolah serta pemasok bahan pangan lokal seperti pedagang beras, telur, sayur, dan ikan.
Dalam kondisi tersebut, pandangan bahwa makan gratis tidak hanya soal bantuan, tetapi bagian dari pemberdayaan masyarakat, menjadi penting agar program tetap aman dan berjalan konsisten.
Bagaimana PM Poshan di India bekerja menunjukkan bahwa keberhasilan program makan bergizi tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Akan tetapi, juga pada cara negara menempatkan kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas manusianya.
Pendekatan itu, termasuk keseimbangan antara dukungan negara dan kemandirian masyarakat seperti Sandeep sampaikan, menjadi salah satu rujukan penting bagi pelaksanaan MBG di Jawa Tengah.
Di saat usulan atau wacana desentralisasi dapur MBG mulai mengemuka, pengalaman India yang berkutat dengan free meal program selama puluhan tahun memperlihatkan bahwa kedekatan dapur dengan sekolah dan masyarakat bisa menjadi kunci menjaga mutu makanan, memperkuat pengawasan, dan memastikan manfaat program dapat anak-anak di daerah rasakan secara langsung.(*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





