“Nanti tanggal 25 ngirim ke Solo, lalu tanggal 27 ke Pekalongan. Kalau yang Banjirmasin, pemesan datang kesini karena tau di Semarang ada yang bikin rumah arwah. Terus upacaranya di Semarang,” ucapnya.
BACA JUGA: Semarak Jelang Imlek, Penjualan Angpao dan Pohon Sakura di Kota Semarang Mulai Laris Manis
Kedepannya, Ong berharap kerajinan rumah arwah masih mampu bertahan di tengah kemajuan zaman. Ia ingin, generasi muda mengenal dan melestarikan rumah arwah.
“Saran saya, mungkin melalui sekolah, pelajaran, atau keagamaan, lalu di kenalkan kepada anak-anak sekarang bisa jadi lebih berkembang,” tandas Ong. (*)
Editor: Farah Nazila





