SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang kembali menghadirkan kemeriahan budaya melalui Fiesta Folklore Nusantara 2025 yang menjadi rangkaian utama Festival Kota Lama Semarang.
Acara yang berlangsung dua hari pada 13-14 September 2025 menampilkan seni, musik, tari, hingga cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia serta penampilan budaya dari Korea Selatan.
Dalam acara pembukaan ini terdapat penampilan spektakuler Taekwondo Show with Hanbok. Seni bela diri khas Korea Selatan dengan keindahan busana tradisional.
Tak hanya unjuk bakat bela diri, tim dari Korean Culture Center Indonesia (KCCI) juga menari beberapa tarian K-Pop dan tarian viral lagu Tabola Bale.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso menyampaikan bahwa Fiesta Folklore tahun ini terasa lebih istimewa.
BACA JUGA: BPR BKK Semarang Salurkan CSR dan Dukung Nelayan Kampung Mangut di Event Tunas Bahari 2025
Pasalnya, tidak hanya menghadirkan seni dan budaya lokal, tetapi juga partisipasi dari negara sahabat.
“Tahun ini folklore tidak hanya menampilkan budaya Semarang, tapi juga seni dari seluruh Nusantara. Bahkan ada kolaborasi dengan seniman dari Korea. Ke depan, kami harap semakin banyak negara sahabat yang bergabung, seperti Taiwan dan Jepang,” ujarnya di Gedung Oudetrap Kota Lama pada Jumat, 12 September 2025 malam.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga menjadi upaya nyata melestarikan beberapa hal. Yakni budaya, legenda, dan cerita rakyat agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.
“Kami ingin Fiesta Folklore menjadi inspirasi generasi muda untuk mencintai sekaligus menjaga warisan budaya. Senang dengan K-pop atau drama Korea boleh saja, tapi jangan sampai melupakan budaya kita sendiri,” lanjutnya.
Melalui acara ini, Wing berharap dapat terus memperkuat posisi Semarang sebagai kota dengan akulturasi budaya tinggi. Sekaligus destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Korean Culture Center Indonesia (KCCI), Kim Yong Woon, menilai kolaborasi ini sebagai wujud nyata persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan.
BACA JUGA: Solusi Bangkitkan Bisnis Perhotelan, PHRI Jateng: Harus Perbanyak Event yang Datangkan Wisatawan
“Fiesta Folklore Nusantara adalah momen penting untuk saling memperkenalkan budaya. Melalui kerja sama ini, kita bisa membangun semangat melestarikan nilai budaya, baik dari Indonesia maupun Korea,” ungkap Kim Yong Woon dalam sambutannya.
Fiesta Folklore Nusantara 2025, harapannya, tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk mempererat persahabatan antarbangsa serta menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap budaya Nusantara. (*)
Editor: Farah Nazila





