SEMARANG, beritajateng.tv – Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, menyatakan bahwa timnya memiliki kondisi tak biasa sebagai tim yang menjalani pertandingan di posisi teratas. Meskipun begitu, kekuatan skuad mereka tidaklah lengkap.
Hingga pekan ke-28, PSIS Semarang masih bertahan di peringkat ke-4 meski mengalami kekalahan dalam pertandingan melawan Bali United yang berlangsung kemarin.
Agius menambahkan bahwa sejak awal musim, PSIS Semarang tidak diunggulkan oleh banyak pihak. Namun, melalui perjuangan bertahap, PSIS Semarang mampu membuktikan keberadaannya.
Hingga saat ini, dengan kepergian beberapa pemain kunci dan cedera yang dialami oleh beberapa pemain, skuad PSIS Semarang mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan awal musim. Beberapa pemain seperti Vitinho dan Delfin Rumbino sudah tidak lagi berada di dalam tim sejak putaran pertama karena cedera.
Kehilangan Carlos Fortes terutama sangat berdampak besar bagi tim. Meskipun telah berusaha keras dan mengatur ulang komposisi tim, setelah pertandingan melawan Bali United, pelatih asal Malta itu akhirnya mengakui kesulitan bermain tanpa striker murni.
PSIS Semarang bahkan terpaksa menurunkan beberapa pemain dari akademi untuk mengatasi kekurangan tersebut. Dengan kondisi ini, Agius menyatakan bahwa situasi PSIS Semarang memang tidak biasa.
“Sejak awal musim, tidak ada yang percaya PSIS bisa berada di posisi saat ini. Mungkin hanya saya, staf, dan pelatih yang percaya. Mereka memperjuangkan dan percaya pada proses. Ini bukan hal yang mudah, karena kami kehilangan pemain-pemain kunci. Jadi, saya pikir, sampai sekarang PSIS masih positif,” ujar Agius setelah pertandingan melawan Bali United.
Lokasi pertandingan jadi salah satu masalah PSIS
Tidak hanya itu, tantangan PSIS Semarang juga meluas ke lokasi pertandingan kandang. PSIS Semarang pada paruh pertama musim lalu meraih hasil positif saat bermain di Stadion Jatidiri.
Namun, di paruh kedua, terdapat kabar renovasi Stadion Jatidiri. Dengan renovasi tersebut, PSIS Semarang terpaksa mencari lokasi baru untuk memainkan laga kandang.
Sebagai penggantinya, PSIS Semarang kini menggunakan Stadion Moch Soebroto Magelang sebagai markasnya. Ini merupakan langkah yang PSIS ambil saat pertama kali lolos ke Liga 1 karena Stadion Jatidiri belum dapat digunakan.
Perpindahan ini menurut Agius juga tidak wajar. Para pemain seakan harus terus melakukan perjalanan yang jauh.
Bahkan menurut Gilbert Agius, PSIS kini seolah-olah selalu bermain sebagai tim tamu karena jarang benar-benar bermain di markasnya sendiri.
“Kami memiliki 6 pertandingan tersisa. Semuanya terasa seperti bertanding sebagai tim tamu karena kami tidak bermain di Jatidiri,” ujarnya.
Meskipun demikian, Agius tetap bangga dengan skuadnya. Dedikasi mereka dalam setiap pertandingan membuat tim kebanggaan Kota Semarang itu tetap bertahan di papan atas.
“Saya bangga dengan pemain saya. Sampai 6 pertandingan tersisa ini, mereka masih berada di peringkat ke-4. PSIS tidak biasa untuk tim papan atas. Oleh karena itu, kami perlu terus berjuang hingga akhir. Jika kami mampu tetap bertahan di peringkat ke-4, ini akan menjadi musim yang luar biasa. Jika tidak, kita harus menerima dengan lapang dada, tapi tetap berusaha maksimal dalam 6 pertandingan tersisa ini,” ungkap Agius.
BACA JUGA: Jelang Lawan Persis Solo, PSIS Semarang Malah Melorot ke Posisi 4 Usai Kalah 2-0 dari Bali United
Bersiap hadapi Persis Solo
Selanjutnya, PSIS Semarang akan menghadapi Persis Solo pada Kamis, 14 Maret 2024 mendatang.
Meskipun jadwal pertandingan sudah ada, PSIS mengalami kesulitan dalam menemukan lokasi pertandingan. Walaupun telah berupaya dengan berbagai cara, termasuk mendatangi berbagai stadion di berbagai tempat, upaya mereka belum membuahkan hasil.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi, mengatakan bahwa panitia penyelenggara telah bekerja keras untuk mencari stadion alternatif agar suporter PSIS bisa menyaksikan pertandingan PSIS vs Persis.
Namun, dengan kondisi lapangan yang ada, apabila pertandingan tidak dapat berlangsung di Bangkalan, manajemen dan panitia penyelenggara PSIS akan menyerahkan sepenuhnya kepada PT. Liga Indonesia Baru (PT.LIB) sebagai operator liga untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis.
“Jika Bangkalan tidak bisa memberikan rekomendasi, kami akan menyerahkan sepenuhnya kepada PT. LIB untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis,” ucap Yoyok Sukawi. (*)





