Jateng

Operasi Ketupat PDAM Semarang Tertibkan 14 Ribu Pelanggan Menunggak, 70 Sambungan Air Diputus

×

Operasi Ketupat PDAM Semarang Tertibkan 14 Ribu Pelanggan Menunggak, 70 Sambungan Air Diputus

Sebarkan artikel ini
Soal Penolakan SK Pemberhentian Direksi PDAM Semarang, Dewas Ingatkan Jangan Ada Pembangkangan
PDAM Tirta Modal Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mengambil langkah tegas dalam menertibkan pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan air.

Melalui Operasi Ketupat 2026, PDAM terpaksa memutus 70 sambungan air setelah pelanggan tidak menunjukkan komitmen pelunasan.

Operasi tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Maret 2026, dengan menyasar sekitar 14.000 pelanggan yang tercatat memiliki tunggakan. Terutama yang belum melakukan pembayaran lebih dari tiga bulan.

Direktur Umum PDAM Tirta Moedal, Yulianto Prabowo, mengatakan kegiatan ini berjalan efektif dalam meningkatkan kedisiplinan pelanggan sekaligus mendongkrak pendapatan perusahaan.

“Penertiban berjalan cukup baik. Rata-rata setiap hari kami bisa menerima pemasukan hampir Rp100 juta. Jika kita hitung dari seluruh cabang, totalnya mendekati setengah miliar rupiah selama lima hari pelaksanaan,” ujarnya.

Meski berjalan secara tegas, PDAM tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada pelanggan. Bagi pelanggan dengan kondisi ekonomi tertentu, perusahaan memberikan keringanan berupa skema cicilan.

BACA JUGA: PDAM Tirta Moedal Siagakan 17 Armada, Pastikan Pasokan Air Lancar Selama Lebaran 2026

“Kami tetap fleksibel. Ada pelanggan yang belum mampu membayar sekaligus, sehingga kami beri opsi untuk mengangsur sesuai kemampuan,” kata Yulianto.

Ia menegaskan bahwa pemutusan sambungan air merupakan langkah terakhir. Tindakan tersebut hanya pihaknya lakukan jika pelanggan tidak memberikan kejelasan terkait pembayaran tunggakan.

Selama operasi berlangsung, setiap cabang rata-rata melakukan pemutusan tiga hingga lima sambungan per hari. Secara keseluruhan, sekitar 70 sambungan air pelanggan diputus sementara.

“Pemutusan ini kami lakukan karena tidak ada kepastian pembayaran. Namun jika pelanggan segera melunasi atau mencicil, sambungan bisa langsung kami aktifkan kembali,” jelasnya.

Secara aturan, PDAM memiliki kewenangan melakukan penutupan sambungan sejak pelanggan menunggak satu bulan.

Namun dalam praktiknya, perusahaan masih memberikan toleransi hingga dua bulan sebelum mengambil tindakan tegas.

Untuk meringankan beban pelanggan, PDAM menyediakan skema cicilan hingga maksimal 10 kali pembayaran. Tergantung besaran tunggakan yang di miliki.