Melalui gadai efek, pinjaman yang diberikan untuk perorangan maupun institusi dengan uang pinjaman mencapai Rp 5 miliar untuk individu dan Rp 20 miliar untuk institusi.
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang, Fanny Rifqi El Fuad menyampaikan mengapresiasi apa yang sudah diupayakan Pegadaian terkait sinergi dengan industri pasar modal.
“Produk gadai efek ini sangat membantu para investor untuk memenej resiko. Karena investor bisa mendapatkan tambahan modal untuk menambah portofolio,” katanya.
Dikatakannya, pertumbuhan pasar modal di Kota Semarang selama tiga tahun terakhir sangat signifikan. Dari sebelum pandemi jumlah investor sekitar 1 juta investor, saat ini tumbuh menjadi sekitar 5 juta investor.
“Tugas kita sekarang mengedukasi mereka untuk memenej resiko investasinya,” ujarnya.
Dalam talkshow tersebut, hadir sebagai narasumber yaitu Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang Fanny Rifqi El Fuad, Asistant Manager II PT Pegadaian Bimo Satrio dan BRI Danareksa Sekuritas Yahuda Nawa Yanukrisna. (Ak/El)





