BLORA, beritajateng.tv – Menghadapi musim kemarau yang semakin mendekat, Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora mempersiapkan stok beras lokal sebagai langkah antisipasi terhadap potensi inflasi pangan di daerah tersebut.
Kepala Dinas DP4 Blora Ngaliman mengatakan saat audah mendekati musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Blora sudah ada stok beras lokal sebanyak 30 ton.
“Bahwa bapak Bupati Blora melalui DP4 pada tahun 2024 ini mengadakan gabah, jika diberaskan sekitar 43 ton beras”, ungkap Ngaliman, Kamis 4 Juli 2024.
BACA JUGA: Antisipasi Kemarau Panjang yang Kian Rawan, Pemkab Demak Fokuskan Sistem Irigasi Pertanian
Menurutnya anggaran yang digunakan untuk pengadaan gabah lokal ini dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2024.
“Alhamdulillah sampai dengan saat ini sudah terserap 13 ton beras. Sehingga pada pertengahan ini masih 30 ton beras,” jelas Ngaliman.
Sebanyak 13 ton beras, penyerapannya sebagai gerakan pengendalian pangan, mengendalikan inflasi. Misalnya untuk desa atau kelurahan yang gagal panen tinggi.
“Untuk gerakan pangan di desa atau kelurahan yang gagal panen tinggi, seperti di Kelurahan Bangkle kamarin. Terus dawuh pak Bupati kita salurkan untuk korban kebakaran pasa Ngawen, sama warga tidak mampu pada bulan Ramadan kemarin,” ujarnya.
Sedangkan untuk penyerahan gabah berasal dari gabah lokal, para petani yang ada di Blora sendiri.
“Kita punya Gapoktan yang bisa menyalurkan gabah petani Blora, terus kita beli gabah tersebut dari Gapoktan tersebut,” jelasnya.
Menurut Ngaliman, Pemkab Blora sengaja menyerap gabah lokal dari Blora agar tengkulak tidak mempermainkan harga gabah lokal petani Blora. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





