SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung meninjau sejumlah titik strategis untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga terkendali.
Agustina bersama jajaran melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas di Pasar Peterongan, Superindo Sriwijaya, hingga Pasar Karangayu.
Ia berdialog dengan pedagang dan memantau langsung perkembangan harga di tingkat pasar tradisional maupun ritel modern.
“Kami cek dua pusat perbelanjaan. Tadi di Pasar Peterongan dan sekarang di Superindo. Untuk harga beras, rata-rata masih normal,” ujar Agustina di sela-sela tinjauan.
Dari hasil pemantauan, harga beras terpantau relatif stabil. Namun, Pemkot Semarang mencatat kenaikan signifikan pada komoditas hortikultura, terutama cabai.
Selain itu, harga telur juga mengalami fluktuasi akibat meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
“Yang masih tinggi sekali adalah cabai. Saya sudah minta Kepala Dinas Ketahanan Pangan untuk segera melakukan langkah intervensi agar harga cabai bisa ditekan,” tegasnya.
BACA JUGA: Jaga Harga Stabil, BI Jawa Tengah Siapkan 227 Titik GPM di 35 Kabupaten/Kota
Lonjakan harga cabai dan beberapa komoditas lain dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Karena itu, Pemkot Semarang menyiapkan strategi intervensi melalui pasar murah keliling yang akan berlangsung di berbagai wilayah kota.
Agustina menjelaskan, program pasar murah keliling akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dinas terkait dan distributor bahan pokok.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Pasar murah keliling akan kami lakukan bersama berbagai stakeholder di Kota Semarang. Tujuannya jelas, menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Kami siap lakukan intervensi,” katanya.
Pemkot juga terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha untuk menjaga kelancaran distribusi pasokan, terutama menjelang puncak arus belanja Lebaran.
Pemerintah berharap langkah cepat ini mampu meredam spekulasi harga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi lokal. (*)
Editor: Elly Amaliyah





