SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa yang tidak kenal Ida Dayak. Perempuan ‘sakti’ penyembuh beberapa penyakit masyarakat yang viral di media sosial. Beredar informasi bahwa akan ada pengobatan Ida Dayak di Semarang, Senin (8/5/2023).
Akan tetapi, informasi pengobatan Ida Dayak di Semarang hanyalah sebuah berita bohong. Ida Dayak tidak memiliki jadwal pengobatan ke Semarang pada tanggal 8 Mei 2023.
Berdasarkan informasi dari laman instagram @polseksemarangtengah_, pihak kepolisian mengklarifikasi bahwa informasi yang tersebar melalui media sosial tersebut hanyalah sebuah kebohongan (hoaks).
“Hoax, tidak ada pengobatan Ida Dayak di Aloen-Aloen Johar. Telah beredar melalui percakapan pesan berantai berisi poster yang mengklaim Ida Dayak akan membuka pengobatan. Informasi tersebut adalah Hoax atau berita bohong, untuk masyarakat dihimbau untuk tidak mempercayai adanya informasi terkait pengobatan bu Ida dayak yang akan diselenggarakan di Aloen Aloen Johar baru atau di Aloen-Aloen Masjid Kauman,” tulis akun @polseksemarangtengah_, Senin (8/5/2023).
BACA JUGA: Ida Dayak, Perempuan Sakti Penyembuh Umat
Kronologi Penyebaran Informasi Pengobatan Ida Dayak di Semarang
Awalnya, informasi tersebut tersebar melalui laman facebook. Selain itu, ada pesan berantai yang tersebar melalui WhatsApp. Padahal, melalui management Ida Dayak, tidak ada jadwal pengobatan Ida Dayak di Aloen-Aloen Masjid Kauman.
“Poster tersebut yang diduga disebarkan melalui media sosial Facebook bertuliskan Goes to SEMARANG 8 Mei 2023 sd 10 Mei 2023. Info update @ida.dayak.management. Serta pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang bertuliskan “Pengobatan Bu Ida besok tanggal 8 sd 10 Mei di Aloen-Aloen Johar baru njih, monggo yang punya saudara sakit lumpuh. Gak bisa ngomong, tangan bengkok bisa langsung di pengobatan Bu Ida Dayak … semoga informasinya bermanfaat bagi kita semua njeh ….” tulis akun @polseksemarangtengah_.
Pihak kepolisian menghimbau agar tidak menyebarkan informasi yang tidak benar. Selain itu, masyarakat harus melakukan check and rechek sebelum memercayai sebuah berita, tak serta merta mem-forward kepada orang lain.
“Stop hoax! Mari bersama untuk sebarkan pesan, dan berita positif, dengan membaca menanyakan lalu cek dan pastikan beritanya untuk pasti kebenarannya, agar menjadi hal yang positif untuk konsumsi informasi masyarakat,” tutupnya (*).





