News UpdateOpiniPendidikan

Pengorbitan Sangkar Arah Pustaka

×

Pengorbitan Sangkar Arah Pustaka

Sebarkan artikel ini

Kendal, 19/2 (BeritaJateng.tv) – Sangkar Arah Pustaka baru saja diluncurkan. Sebuah penerbit yang berdiri di bawah Lembaga Pelatihan Kerja Sangkar Arah Kendal yang berkantor di Desa Tanjungmojo, Kec. Kangkung, Kab. Kendal. Pada Jumat malam, 11 Februari 2022 yang lalu kegiatan resmi diselenggarakan untuk mengorbitkan salah satu penerbit indie di Kendal tersebut.

“Kehadiran penerbit ini diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat menampung karya-karya dari siapa saja yang berproses kreatif, khususnya dalam dunia tulis-menulis,” ungkap Muhyidin, atau biasa dikenal dengan nama Qyi Matricide.

Menurutnya, Sangkar Arah tidak akan muluk-muluk misalnya dengan memberikan sumbangan warna baru bagi dunia penerbitan di Kendal dan sekitarnya. Akan tetapi, harapannya sederhana, hanya ingin turut serta dalam orbit penerbitan di Kendal pada khususnya dan di Jawa Tengah pada umumnya untuk membangun iklim literasi di kota kecil tersebut.

Pada kesempatan pengorbitan Sangkar Arah Pustaka, selain diawali dengan tahlil serta doa-doa untuk penerbit baru tersebut, juga diselenggarakan penampilan baca puisi, cerita pendek, serta musikalisasi puisi dari Tsalis Teater Atmosfer, Sofian Teater Semut, Piping PSK, dan lainnya.

Selain itu juga didapati diskusi mengenai proses kreatif dan dunia penerbitan buku yang dipandu oleh Setia Naka Andrian dengan pembicara Bahrul Ulum A. Malik (Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu, Kendal) dan Kusfitria Marstyasih (Founder Komunitas Rumah Kita/Koruki Demak).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai komunitas sastra, seni dan budaya di Kendal dan sekitarnya. Di antaranya Teater Semut, Teater Taksu, Teater Atmosfer, dan berbagai komunitas seni lainnya.

Acara berlangsung khidmat meski hujan tiba-tiba turun ketika sedang berlangsung diskusi. Dikarenakan tempat acara berada persis di bawah langit, sontak ketika hujan mengguyur semua tamu undangan bergeser menuju serambi rumah.

Secara resmi diskusi selesai, akan tetapi obrolan di luar forum berlangsung hingga pagi. Sambil menunggu hujan reda, obrolan tidak juga kunjung usai. Hingga pagi sekali, beberapa masih bertahan untuk berdiskusi tentang sastra, seni, budaya, dan apa saja di sekitarnya.

Segala itu bagi mereka yang hadir dalam acara menganggap bahwa ada keberhakan tersendiri atas hujan tersebut. Doa-doa terbaik tercurahkan untuk Sangkar Arah Pustaka.

Terbukti, selama belum genap satu tahun berdirinya Sangkar Arah Pustaka, hingga kini sudah puluhan buku yang telah diterbitkan. Baik buku pelajaran, buku puisi, cerita pendek, dan buku lainnya.

“Sudah ada kurang lebih 26 judul buku yang kami terbitkan. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk mendapatkan kepercayaan bagi siapa saja yang ingin menerbitkan buku,” pungkas Muhyidin. (Ak/El)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp