SEMARANG, beritajateng.tv – Meski akhirnya ditunda, kenaikan pajak hiburan hingga 40 – 75 persen terlanjur membuat resah kalangan pengusaha. Tak terkecuali di Kota Semarang. Para pengusaha mengaku keberatan dengan kenaikan pajak hiburan yang cukup tinggi tersebut. Menurut mereka, kenaikan pajak akan mematikan usaha yang sebenarnya belum pulih 100 persen sejak Pandemi Covid-19.
Sekretaris Paguyuban Entertainment Kota Semarang (Pager Semar) Fic Indarto mengatakan, semua pengusaha tempat hiburan di Kota Semarang pasti akan melayangkan keberatan terhadap peraturan tersebut. Pasalnya, kenaikan itu terbilang terlalu tinggi, yang awalnya 25 persen kini menjadi minimal 40 persen.
BACA JUGA: Video Rencana Kenaikan Pajak Hiburan, Ini Kata Pemkot dan DPRD Kota Semarang
Fic menyebut, industri hiburan adalah bisnis yang tidak menentu. Untung-rugi, ramai-sepi tempat hiburan selalu terpengaruh dengan situasi atau keadaan yang sedang terjadi.
“Misal dulu ada Covid terdampak sekali, nanti ada Ramadhan juga terdampak. Tahun ini ada politik, juga terdampak. Padahal biaya operasional tinggi, tiap bulan mereka harus keluar gaji karyawan, bayar talent, DJ, band, dancer,“ katanya saat beritajateng.tv hubungi, Kamis, 18 Januari 2024.
Ia mengatakan, Pemkot Semarang melalui Bapenda sebenarnya telah mengadakan sosialisasi atau public hearing saat kenaikan pajak tersebut masih berbentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Tak hanya Pager Semar, namun Bapenda juga mengundang perwakilan dari banyak pihak seperti hotel, restoran, pengusaha reklame, iklan, hingga tukang parkir.
Hanya saja, hingga kini Pager Semar masih menunggu pertemuan khusus antara Pager Semar dengan Bapenda Kota Semarang yang telah Pemkot janjikan.
“UU sudah dibuat, Perda sudah turun, kita bisa apa? Kan udah jadi UU dan berlaku ke semua wilayah,” ucapnya penuh kekecewaan.
Ia tak menampik jika banyak pengusaha tempat hiburan di Kota Semarang yang pesimis akan kemungkinan batalnya kenaikan pajak ini. Pasalnya, peraturan tersebut sudah berbentuk UU dan pemerintah tetapkan di seluruh Indonesia.





