Gaya Hidup

Banyak Peminat Film Horor, Master Komunitas Semarangker: Hati-Hati dengan Kemusyrikan

×

Banyak Peminat Film Horor, Master Komunitas Semarangker: Hati-Hati dengan Kemusyrikan

Sebarkan artikel ini
nonton film
Ilustrasi nonton film horor. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu genre film paling populer di Indonesia adalah film horor. Mulai dari horor klasik yang bernuansa mistis hingga horor modern yang lebih realistis sama-sama menarik minat penonton layar lebar.

Bahkan, film horor mendominasi jumlah penonton terbanyak di bioskop Indonesia sepanjang tahun 2023 ini. Sebut saja Sewu Dino yang menempati posisi pertama dalam Box Office Indonesia dengan jumlah mencapai 4 juta lebih penonton. Selain itu, Di Ambang Kematian, Waktu Maghrib, Suzzana: Malam Jumat Kliwon, hingga Khanzab juga sukses meraih jutaan penonton.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Semarangker, Pamuji Yuwono mengakui jika masyarakat Indonesia lebih menyukai tontonan berbau mistis. Pamuji yang sering terlibat dalam pembuatan film horor itu menyebut, fenomena tersebut berawal dari banyaknya acara uji nyali di televisi.

“Cerita angker itu dibesar-besarkan media. Apalagi saat itu jamannya banyak acara horor di televisi, semua stasiun televisi berlomba-lomba mengulik tempat-tempat angker,” katanya saat beritajateng.tv temui.

Seiring perkembangan peraturan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kemudian melarang adanya tontonan berbau mistis tayang di televisi. Oleh karena itu, lanjut Pamuji, banyak produser yang beralih ke layar lebar maupun platform online seperti YouTube.

BACA JUGA: Baru Tayang di Bioskop, Film Wonka Ramai Diboikot Netizen, Karena Timothee Chalamet?

Banyaknya film horor yang meraih kesuksesan lantas membuat banyak pihak berlomba-lomba memproduksi film paling horor. Namun demikian, Pamuji menyebut hal tersebut masih dalam tahap wajar lantaran berorientasi pada keuntungan.

“Marketing film horor sejauh ini sah-sah saja, selama tidak melanggar norma-norma,” imbuh Pamuji yang sering dipanggil Master itu.

Sayangkan film horor yang angkat tokoh agama

Meski dekat dengan dunia mistis, tak selamanya Pamuji mendukung semua hal berbau horor. Apalagi, ia beranggapan seringkali sebuah film yang awalnya hanya tontonan malah berubah menjadi tuntunan.

Ia bahkan pernah secara langsung menghubungi Joko Anwar, sutradara dari film Pengabdi Setan. Pasalnya, film tersebut menampilkan sosok ustaz yang kalah bahkan mati konyol ketika melawan setan.

“Saya meyayangkan film itu, orang ibadah apapun agamanya, tokoh ibadah apapun agamanya, itu simbol agama, itu simbol kebaikan,” ungkapnya kecewa.

Pamuji lantas membandingkan dengan film horor jadul di mana tokoh setan umumnya kalah ketika bertemu tokoh agama, baik ustaz atau pendeta. Oleh karena itu, ia berharap tontonan dengan genre tersebut tidak hanya menyajikan hal-hal menakutkan namun juga mengedukasi penonton.

BACA JUGA: Menguak Lokasi Film Panggonan Wingit, Antara 2 Hotel ‘S’, Ini Kata Komunitas Semarangker

“Film-film sekarang itu tokoh agamanya malah kalah sama setan. Padahal aslinya, menurut hadist kita baca bismillah aja setan bisa mengecil. Saya sangat meyayangkan dan itu bahkan juga bisa mengarah ke kemusyrikan,” tutupnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp