Jateng

TKA China Menjamur di Jawa Tengah, Jumlahnya Capai Puluhan Ribu

×

TKA China Menjamur di Jawa Tengah, Jumlahnya Capai Puluhan Ribu

Sebarkan artikel ini
Syarat Lowongan Kerja
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat ditemui di sela-sela Job Fair Jateng 2026 di Kantor Disnakertrans Jateng, Kamis, 20 Agustus 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Provinsi Jawa Tengah mencapai 22.375 orang hingga pertengahan September 2026 ini.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah mencatat, para TKA tersebut bekerja di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Totalnya mencapai 22.375 orang.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan, dari total semua angka tersebut,  TKA asal China menjadi yang terbanyak dengan 12.269 orang. Disusul TKA asal Korea Selatan sebanyak 2.142 orang dan Jepang 1.961 orang.

Kemudian TKA asal India tercatat sebanyak 991 orang, Taiwan 625 orang, Filipina 513 orang, Malaysia 504 orang, dan Amerika Serikat 379 orang. Sementara sisanya berasal dari Inggris dan sejumlah negara lainnya.

BACA JUGA: Imigrasi Blora Tegas, Empat WN China Dideportasi karena Diduga Salahgunakan Visa

Aziz mengatakan, TKA tersebut memiliki izin kerja yang dapat berlaku di satu maupun lintas kabupaten/kota hingga lintas provinsi.

“Kalau perusahaannya ada di Jawa Tengah dan juga ada di Jakarta, maka si TKA-nya bisa bekerja izinnya lintas kabupaten/kota. Bisa lebih dari satu provinsi,” kata Aziz saat ditemui beritajateng.tv di kantornya, belum lama ini.

TKA Bekerja di Bidang Apa Saja?

Aziz mengatakan, para TKA di Jawa Tengah bekerja pada sejumlah posisi. Keberadaan TKA juga berkaitan dengan aktivitas perusahaan yang masuk melalui penanaman modal asing (PMA) di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, jumlah TKA pada 2026 disebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Aziz mengaitkannya dengan masuknya investasi PMA di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Investor India Bangun Pabrik Farmasi di Semarang, China dan UEA Masih Wait and See Geopolitik Global

“Meningkat (jumlah TKA dibanding tahun lalu). Meningkat karena industri yang ada di Jawa Tengah itu kan sebagian yang masuk kan PMA,” katanya.

Dikatakan Aziz, berdasarkan komposisi investasi pada semester pertama 2026, total investasi di Jawa Tengah mencapai Rp48,56 triliun. Dari jumlah tersebut, investasi PMA mencapai 53,40 persen atau Rp25,92 triliun.