
Pemasaran digital
Selain produk zero waste, dia mendapat ilmu pemasaran secara digital di Pertamina UMK Academy pada 2024. Dari sini dia mulai belajar hal-hal baru. Intinya bagaimana pemasaran produk melalui dunia digital. Termasuk media sosial.
Dia baru sadar, ternyata pemasaran menggunakan sarana digital termasuk media sosial menjadi penting. Indarwati mengaku terlena, karena selama ini menjual produk melalui event sudah berjalan.
BACA JUGA: Ekspor Jateng ke Timur Tengah Terhambat, Ongkos Kirim Naik Drastis
Kini, Indarwati mulai fokus pada membuat konten di media sosial. Baik melalui kanal Instagram, TikTok.
”Saya itu memang enggak aktif di media sosial. Sejak pelatihan itu saya mulai coba-coba untuk membuat konten dibantu anak saya,” katanya.

Pelan tapi pasti. Hal baik Indarwati tanam. Dia ingin membumikan kembali komoditas kakao dari Temanggung. Di antara riuhnya kopi, tembakau, gula aren, dan komoditas lain asal Temanggung yang sudah khalayak kenal.
Dari sektor hulu, Indarwati ingin menanam kakao secara organik tanpa pupuk dan pestisida kimia. Dia terus belajar dari banyak praktisi di luar sana.
“Saya ingin memastikan makanan terbaik untuk keluarga, juga untuk pelanggan. Karena pertanggungjawabannya sampai di akhirat. Saya ingin memberikan yang terbaik,” katanya yang juga tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) itu.





