SEMARANG, beritajateng.tv – Persijap Jepara resmi promosi ke Liga 1 musim depan setelah finis di peringkat tiga Pegadaian Liga 2 2024-2025. Keberhasilan ini menjadikan jumlah tim asal Jawa Tengah bertambah satu di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Namun, di tengah euforia Persijap, Jawa Tengah berpotensi kehilangan dua tim Liga 1 sekaligus. PSIS Semarang dan Persis Solo saat ini berada di papan bawah klasemen dan terancam degradasi. Kompetisi masih menyisakan sembilan pertandingan yang menjadi penentu nasib kedua tim tersebut.
Persis Solo saat ini menghuni peringkat ke-15, hanya satu strip dari zona degradasi. Tim asuhan Ong Kim Swee mengoleksi 23 poin, unggul satu poin dari Semen Padang di posisi ke-16.
Dengan delapan laga tersisa, Persis wajib mengumpulkan poin sebanyak mungkin agar tetap bertahan di Liga 1.
Pelatih Ong Kim Swee menegaskan bahwa timnya masih perlu banyak perbaikan. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Bali United, ia menyoroti kelemahan tim dalam memanfaatkan bola mati.
“Kita mendapat peluang melalui tendangan sudut dan set piece. Ini harus kita perbaiki lagi,” ucapnya.
Nasib PSIS Semarang tak kalah merana dari Pesis Solo
Sementara itu, PSIS Semarang juga belum berada dalam posisi aman. Berada di peringkat ke-14, Mahesa Jenar memiliki poin sama dengan Persis Solo.
Tren negatif yang PSIS alami pada putaran kedua membuat tim asuhan Gilbert Agius harus bekerja keras untuk bangkit.
Kekalahan terbaru dari Persija Jakarta dengan skor 0-2 semakin menambah tekanan bagi PSIS. Padahal, dalam pertandingan sebelumnya, PSIS berhasil menahan imbang Arema FC dengan skor 3-3.
“Hasil ini tidak fair untuk kita, karena kita berhak mendapat setidaknya imbang. Kita bisa buat dua sampai tiga peluang, seharusnya bisa mendapatkan poin,” ujar Agius.
BACA JUGA: Pelatih PSIS Semarang Keluhkan Jadwal Laga Liga 1 Saat Ramadan: Kurang Baik untuk Fisik Pemain
Cedera pemain menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi performa PSIS. Sejak awal musim, tim kehilangan Sudi Abdallah akibat cedera. Evandro Brandao yang didatangkan sebagai solusi, juga mengalami cedera. Absennya striker murni membuat PSIS kesulitan mencetak gol.
Bek PSIS, Syihabudin, menegaskan bahwa seluruh pemain siap berjuang keras di laga-laga tersisa. “Kami akan perbaiki untuk pertandingan selanjutnya, agar bisa meraih kemenangan,” katanya.
Kini, PSIS dan Persis Solo harus bertarung habis-habisan agar tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)





