SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah memastikan tidak ada celah praktik titip-menitip dalam proses penerimaan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026. Sistem seleksi ԁilakukan secara terbuka dengan hasil yang dapat langsung peserta ketahui pada hari yang sama.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan proses rekrutmen tahun ini tetap mengedepankan prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
“Jadi untuk penerimaan Akpol di tahun 2026 ini kita tetap menggunakan prinsip BETAH: bersih, transparan, akuntabilitas, dan humanis,” ujarnya saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, belum lama ini.
BACA JUGA: Adly Fairuz Diduga Terlibat Penipuan Tes Masuk Akpol, Berikut Kronologi Lengkapnya
Artanto menjelaskan, salah satu upaya menutup celah kecurangan ԁilakukan melalui sistem one day result, yang mana hasil tes langsung ԁiumumkan pada hari yang sama tanpa jeda waktu.
“Pada saat kita melaksanakan tes, hari itu juga langsung pengumuman. Jadi kita mengurangi adanya waktu jeda atau negosiasi dari orang lain yang ingin titip-titip, tidak bisa,” tegasnya.
Hasil Tes Seleksi Akpol 2026 Langsung Diketahui, Artanto Pastikan Minim Celah Negosiasi
Artanto mencontohkan, pada tahapan pemeriksaan kesehatan (rikes) awal, peserta langsung mengetahui hasilnya sesaat setelah selesai menjalani tes.
“Keluar ruangan langsung detik itu juga menunggu hasil dan langsung tertampang hasilnya memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat,” jelasnya.
Menurutnya, mekanisme tersebut membuat seluruh proses seleksi berjalan secara real time dan transparan. “Anak yang tes saat itu nilai langsung keluar saat itu juga, real time. One day result, hari itu hasilnya langsung keluar,” ujarnya.
Ia menegaskan, sistem tersebut sekaligus menutup peluang intervensi dari pihak luar. “Tidak ada anggota yang bisa melakukan penitipan, karena di sini tidak ada celah untuk memberikan jaminan,” tegas Artanto.
Tak Ada Jalur Khusus, Kelulusan Ditentukan Kemampuan Peserta
Lebih lanjut, Artanto memastikan tidak ada jalur khusus dalam penerimaan Akpol. Seluruh peserta mengikuti seleksi melalui jalur reguler dan bersaing secara terbuka.
“Tidak ada jalur khusus, jalur kuota khusus atau jalur lain-lain, enggak ada. Yang ada reguler semua,” katanya.
Ia menekankan, kelulusan sepenuhnya ԁitentukan oleh kemampuan masing-masing peserta. Artanto juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.
BACA JUGA: Walikota Semarang Sambut Hangat Taruna dan Perwira Siswa AKPOL Jadi Warga Kehormatan
“Yang bisa menentukan lulus atau tidak adalah anak itu sendiri. Jadi jangan percaya ada janji-janji orang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Artanto menyebut jumlah pendaftar Akpol di Jawa Tengah mencapai tiga ratusan orang. Meski demikian, ia mengatakan kuota kelulusan belum ԁitetapkan. Seluruh peserta tetap harus bersaing untuk mendapatkan nilai terbaik.
“Yang kemarin peminat ada 391. Untuk calon taruninya 35 yang mendaftar, meningkat ԁibanding sebelumnya. Kuota belum ada, tapi tetap harus berupaya masing-masing calon berkompetisi,” katanya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





